PENGUATAN EKONOMI KELUARGA DI MASA PANDEMI MELALUI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) ORGANIK DI DESA WERU KABUPATEN JOMBANG

Agus Wahyudi, S.Sos., M.Pd
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini UNUSA bersama Yayasan Inisiatif dan Twelve Organics Community bersinergi dalam rangka memberdayakan perempuan dalam mempertahankan kelangsungan hidup keluarga di masa pandemik covid-19. Melalui budidaya tanaman organik dengan berbasis kearifan local dan berkelanjutan di desa Weru kabupaten Jombang. Strategi yang digunakan adalah pemberdayaan kelompok sasaran dengan pendekatan Partisipatory Rural Appraisal, metode pendidikan, pelatihan, demplot, pendampingan serta dilengkapi dengan teknik belajar sambil bekerja (learning by doing).
Materi yang disampaikan adalah: (1) teknologi intensifikasi lahan dengan metode vertikultur, (2) teknologi budidaya sayuran organik berbasis POC, pestisida nabati serta PGPR, (3) teknologi pembuatan kompos dengan pengayaan agens hayati Trichoderma harzianum (Tricho-kompos) dengan aktivator mikroorganisme lokal, (4) teknologi pengendalian hama dan penyakit pada tanaman sayuran secara ramah lingkungan dengan menggunakan insektisida nabati dan mikroba antagonis, (5) teknologi efisiensi penggunaan air dengan irigasi tetes, (6) teknologi sortir, grading dan packing yang baik, (7) teknologi pemberdayaan untuk membentuk kelompok dan penguatan kelembagaan dan manajemen kelompok. Hasil dari kegiatan ini adalah: (1) kelompok sasaran/anggota KWT memiliki kemauan yang sangat tinggi terhadap informasi baru yang dapat membantu perekonomian keluarga terutama di masa pandemic covid-19, (2) dengan budidaya tanaman organik hasilnya dapat dinikmati oleh kelompok perempuan terutama bagi keluarga anggota KWT, (3) Kegiatan pengabdian ini dapat mendorong pola pikir dan pola tindak anggota KWT dalam budidaya tanaman organik dengan mengembangakan potensi yang dimiliki oleh desa dan kearifan lokal berkelanjutan.
Peningkatan wawasan merupakan dampak yang timbul dengan adanya keberadaan perempuan tani dalam sebuah kelompok. Wawasan berkembang karena adanya masukkan dari sesama anggota kelompok, dari pengalaman orang-orang yang telah berhasil yang dihadirkan oleh kelompok sebagai pembicara dalam sebuah kegiatan penyuluhan dan pelatihan dan peran aktif penyuluh memberikan informasi tentang sebuah inovasi teknologi yang memudahkan perempuan tadi mengadopsi sebuah teknologi dalam usahatani sayuran.
Adanya pemberdayaan perempuan melalui kelompok tani (KWT) memberikan dampak sosial bagi perempuan tani. Hal yang nampak adalah peran perempuan meluas bukan hanya sebagai tenaga kerja dalam kegiatan usahatani sayuran tapi mereka bertindak sebagai pengambil keputusan bernilai positif dan bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta peningkatan kontribusi pendapatan bagi keluarga. Perempuan tani berpartisipasi karena ajakan tetangga yang juga.
Pemberdayaan perempuan melalui KWT dalam menghadapi pesatnya modernisasi ibidang pertanian menciptakan lapangan pekerjaan bagi perempuan bukan hanya pada kegiatan usahatani tetapi juga pengolahan hasil pertanian. Kegiatan pengolahan hasil pertanian menciptakan nilai tambah bagi usaha tani sayuran yang dilakukan oleh perempuan tani yang bergabung dalam wadah KWT.
Keberadaan Kelompok wanita tani berdampak pada bidang ekonomi. Bentuk dari kegiatan perempuan tani dalam wadah kelompok adalah adanya kontribusi secara ekonomi dengan adanya pemberdayaan Kontribusi secara ekonomi dari kegiatan usahatani sayuran pada perempuan tani yang tergabung dalam Desa Weru Kabupaten Jombang memberikan hasil sebesar 7.03 % bagi pendapatan keluarga perempuan dengan melakukan usahatani sayuran.
Walaupun dalam kategori kontribusi ini kecil, namun menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dalam wadah kelompok wanita tani cukup berarti bagi penambahan pendapatan keluarga.
Bentuk pemberdayaan perempuan dalam kelompok wanita tani (KWT) : sosialisasi, pertemuan rutin, demonstrasi pada kebun percobaan, penyuluhan dan pelatihan pengolahan hasil dari sayuranyang melibatkan penyuluh sebagai pembimbing. Program-program pemberdayaan perempuan : Pemberian sarana produksi, peralatan, lahan percobaan, pengolahan hasil pertanian, dan penyuluhan. Tingkat partisipasi perempuan dalam KWT tergolong tinggi karena nilai manfaat yang diperoleh berupa pengetahuan dan keterampilan.
Dampak pemberdayaan secara sosial(1).Perubahan perilaku (2) Peningkatan wawasan (3) Peningkatan komunikasidan kerjasama (4) Peningkatan peranperempuan (4).perluasan sector pekerjaan dari sektor domestik menjadi sektor domestik dan sektor publik (sektorpertanian). Sedangkan dampak pemberdayaan secara ekonomi : (1)menciptakan lapangan pekerjaan di bidang pertanian (2) memberikan nilaitambah bagi produk pertanian dengan pemanfataan teknologi pengolahan (3) memberikan kontribusi pendapatan sebesar 7.03 %.







