CEGAH HEPATITIS DENGAN EDUKASI

dr. Ardyarini Dyah Savitri, SpPD FINASIM
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
SURABAYA, – dr. Ardyarini Dyah Savitri, SpPD FINASIM, salah satu dosen Fakultas Kedokteran Universitas Nadhatul Ulama Surabaya (UNUSA), bersama dengan Andreas Putro Ragil Santoso, S.S.T., MSi, dosen Fakultas Kesehatan UNUSA memperingati hari Hepatitis Dunia atau World Hepatitis dengan melakukan seminar kesehatan mengenai penyakit hepatitis kepada masyarakat Surabaya dan Gresik, Kamis (28/07/2022).
Acara seminar kesehatan ini dilakukan di 2 (dua) lokasi yang berbeda, yaitu secara offline di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan secara online (zoom meeting) di daerah Driyorejo, Gresik. Latar belakang diadakannya seminar ini adalah untuk mendukung kegiatan World Health Organization (WHO) dalam menyemarakkan World Hepatitis Day 2022 dengan tujuan mendekatkan fasilitas kesehatan primer pada komunitas masyarakat dan mengenalkan bermacam – macam jenis hepatitis kepada masyarakat serta mempermudah akses pelayanan kesehatan untuk penyakit hepatitis. Pada seminar ini, peserta diberikan pengetahuan tentang macam-macam penyakit hepatitis, cara mengenal penyakit hepatitis secara mudah serta bagaimana cara penularan dan pencegahan hepatitis. Dijelaskan oleh dr.Ardyarini, bahwa hepatitis merupakan peradangan yang terjadi pada organ hati. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi virus, bakteri, ataupun parasit, serta kebiasaan mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, dan penyakit autoimun.
Menurut Dr. Ardyarini, hepatitis virus merupakan jenis hepatitis terbanyak dan mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain, baik melalui alat makan atau hubungan seksual dan transfusi darah. Hal ini tergantung dari jenis hepatitis virus yang dideritanya. Terdapat 5 (lima) jenis hepatitis akibat virus, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Secara umum hepatitis ditandai dengan gejala demam, nyeri sendi, sakit perut, dan penyakit kuning. Kondisi ini pada umumnya berlangsung selama kurang dari 6 bulan (akut), namun hepatitis B, C, dan D juga dapat diderita selama lebih dari 6 bulan (kronis).
Pencegahan tentunya lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, kita perlu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, konsumsi makanan dan minuman yang bersih, sehat dan bergizi. Selain itu juga tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain, serta menghindari kontak dengan orang yang sakit. Vaksinasi hepatitis juga sangat dianjurkan, utamanya untuk menghindari hepatitis A dan B. Mari jaga kesehatan dan ikuti pola hidup sehat agar tubuh senantiasa terlindungi dari bahaya virus yang dapat menimbulkan penyakit. Selamat Hari Hepatitis Sedunia





