Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Ginjal Kronik

Lono Wijayanti, S.Kep.,Ns.,M.Kep; Sulistyorini , S.Kep.Ns., M.Tr.Kep; Siti Damawiyah, S.Kep.Ns., M.Kep; dr. Lea Maera Shanty, Sp.PD
Fakultas Keperawatan Dan Kebidanan, Universitas Nahdalatul Ulama Surabaya
Tingginya kasus penyakit ginjal kronik menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai kesehatan ginjal. Kurangnya informasi yang benar mengenai penyakit ginjal kronik menjadi salah satu faktor yang membuat jumlah penderita penyakit ginjal kronik meningkat. Hal ini sebanding dengan hasil Riskesdas tahun 2018 yang menunjukkan prevalensi tertinggi penyakit gagal ginjal kronik pada kategori pendidikan ditempati oleh masyarakat yang tidak bersekolah. Ketidaktahuan masyarakat tentang deteksi dini dan pencegahan penyakit ginjal kronik membuat prevalensi meningkat.
Sangat penting melakukan tindakan preventif dan promotif untuk menekan angka kejadian penyakit ginjal kronik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RW 01 Kelurahan Kebonsari Kecamatan Jambangan Surabaya, dilaksanakan oleh tim dosen dari Fakultas keperawatan dan kebidanan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Kegiatan edukasi disampaikan oleh ibu Lono Wijayanti dan tim serta mahasiswa program studi S1 Keperawatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan kemampuan masyarakat khususnya kader kesehatan agar mempunyai pengetahuan dan ketrampilan dalam deteksi dini dan upaya mencegah terjadinya gangguan pada ginjal sehingga angka kejadian penyakit ginjal kronik tidak meningkat.

Diharapkan setelah mengikuti kegiatan penyuluhan para kader dapat memahami tentang penyakit ginjal kronik, penyebab, faktor resiko dan cara deteksi dini pada penyakit ginjal kronik. Dengan pemahaman yang baik diharapkan para kader mampu memberikan arahan kepada masyarakat disekitarnya dan mampu melakukan deteksi dini penyakit ginjal sehingga masyarakat semakin sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh.






