DOSEN MENGABDI

CEGAH STUNTING DENGAN IMD DAN ASI EKSLUSIF

dr. Mery Susantri, Sp.A
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Stunting masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia hingga saat ini. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Berdasarkan hasil riset studi status gizi balita Indonesia (SSGBI) 2022 mencatat bahwa jumlah balita stunting di Indonesia saat mencapai 21,6 persen. Kejadian stunting dipengaruhi oleh berat badan saat lahir, asupan gizi balita, pemberian Air Susu Ibu (ASI), riwayat penyakit infeksi, pengetahuan gizi ibu balita, pendapatan keluarga, jarak antar kelahiran namun faktor yang paling dominan adalah pemberian ASI. Pemberian ASI eksklusif kepada bayi dapat menurunkan kemungkinan kejadian stunting pada balita, hal ini juga tertuang pada gerakan 1000 HPK yang dicanangkan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Salah satu cara yang diyakini bisa memberikan dampak yang cukup baik untuk mencegah stunting adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI ekslusif. Hal itu karena protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang dibutuhkan bayi pada awal-awal kehidupannya terdapat pada ASI. ASI mengandung zat gizi diantaranya karbohidrat, protein, multi vitamin dan mineral secara lengkap yang mudah diserap secara sempurna dan sama sekali tidak mengganggu fungsi ginjal bayi yang sangat lemah. ASI merupakan cairan hidup karena mengandung sel darah putih, zat kekebalan, enzim, hormon, dan protein yang cocok untuk bayi.

Pada bayi usia 0-6 bulan, Ibu bisa memberikan ASI eksklusif, berikan ASI yang pertama keluar dan berwarna kekuningan (kolostrum), jangan pernah memberikan makanan/minuman selain ASI, dan susui bayi paling sedikit 8 kali sehari. Pemberian makanan/minuman selain ASI sebelum 6 bulan dapat mengurangi produksi ASI, meningkatkan risiko infeksi, alergi serta mengurangi ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.

Memasuki usia 6 bulan bayi perlu mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Air Susu Ibu terus diberikan semau bayi, siang maupun malam. ASI tetap merupakan makanan paling penting sampai bayi berusia 2 tahun.

Dalam Hibah Internal Unusa 2023 tahun ini, dr. Meri Susantri, Sp. A. mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berjudul “Pencegahan Stunting dengan Peningkatan Mitra ASI Eksklusif” di wilayah PP Hidayatulloh Al Muhajirin Bangkalan dengan sasaran para kader atau mitra ASI eksklusif. Alasan mengapa memilih dan mengangkat tema tersebut agar para kader atau mitra ASI eksklusif mampu mengetahui cara mencegah terjadinya stunting dengan meningkatkan mitra ASI eksklusif di sekitar lingkungan pondok pesantren. Berdasarkan dari hasil kegiatan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan sebesar 23% kader atau mitra ASI eksklusif yang mampu mendapatkan nilai sangat baik dari sebelumnya hanya 4% saja. Lalu mendapatkan nilai cukup baik 56% kader atau mitra ASI eksklusif dari sebelumnya hanya 33%. Dengan adanya peningkatan pengetahuan kader atau mitra ASI eksklusif ini diharapkan kedepannya dapat lebih memahami bahwa pemberian ASI eksklusif itu sangat penting sehingga mampu menghindari terjadinya stunting pada anak.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *