DOSEN MENGABDI

Metode Eksperimen Merokok dengan Alat Sederhana sebagai Upaya Menurunkan Perilaku Merokok pada Santri

Dewi Masitah, dr., M.Kes
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Merokok masih menjadi kebiasaan buruk yang banyak dilakukan oleh anak remaja di Indonesia. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kebiasaan merokok pada anak usia remaja diantaranya adalah pola asuh orang tua, pengaruh teman sebaya yang merokok, tayangan iklan rokok, dan kebutuhan aktualisasi diri, tekanan atau ejekan oleh teman sebaya jika tidak merokok.

            Masalah yang dapat muncul bagi remaja perokok meliputi prestasi belajar di pondok pesantren yang terganggu, perkembangan paru- paru yang juga terganggu dengan munculnya gangguan seperti sesak napas, batuk secara terus menerus, dahak yang berlebihan dan lebih mudah terkena pilek. Adapun masalah lain yang dapat muncul yaitu lebih sulit sembuh saat sakit karena rokok mempengaruhi imun di dalam tubuh, mengakibatkan kecanduan, menyebabkan insomnia dan masalah mental, terlihat lebih tua dari usianya, remaja yang sering merokok sering memiliki jerawat dan masalah kulit lainnya serta menimbulkan plak pada gigi.

            Banyak dampak buruk yang muncul bagi remaja perokok, maka perlu diberikan pengetahuan dan pengertian kepada remaja khususnya anak pondok pesantren mengenai bahaya yang ditimbulkan dari merokok. Dengan meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok melalui pendidikan kesehatan, diharapkan mereka dapat menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari rokok bagi yang belum pernah mengkonsumsinya.

dr. Dewi Masithah, M.Kes., dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya melakukan pengabdian masyarakat tentang metode eksperimen merokok dengan alat sederhana sebagai upaya menurunkan perilaku merokok pada santri di Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi pada santri tentang bahaya merokok dan bahan aditif berbahaya pada rokok sehingga dapat menurunkan perilaku merokok pada santri. Kegiatan pengabdian ini mensimulasi proses pernapasan layaknya seorang yang sedang merokok, dengan cara galon bekas yang berisi kapas dirangkai dengan rokok sampai rokok habis terbakar. Hasilnya akan nampak pada kapas yang berada didalam galon yaitu kapas berubah warna menjadi hitam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 35 orang santri. Santri mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Kegiatan dilakukan dengan pemaparan materi, simulasi eksperimen dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Pengabdian masyarakat ini telah meningkatkan pengetahuan santri sebesar 9,7%. Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat dilakukan secara rutin sehingga dapat memberikan edukasi kepada remaja tentang pencegahan perilaku merokok pada santri melalui media pembelajaran tentang bahaya merokok. Selain itu, santri dapat menerapkan gaya hidup hidup sehat tanpa asap rokok.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *