DOSEN MENGABDI

Metode ABC (Amati, Beri, Cek); Inovasi Pencegahan Anemia Defisiensi Besi di PP Putri Wahid Hasyim Bangil

dr. M. Nasir,Sp.OG(K)
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Bangil, 18 Mei 2023 – Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang paling utama di Indonesia. Anemia dapat disebabkan oleh penyakit infeksi, asupan zat gizi yang tidak adekuat, kehilangan darah (menstruasi) dan minimnya pengetahuan yang dimiliki. Remaja putri merupakan kelompok yang rentan menderita anemia.

Pondok Pesantren Putri Wahid Hasyim Bangil bekerjasama dengan UPPM FK UNUSA telah mengambil langkah proaktif dalam memerangi anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi besi dapat berdampak negatif pada kesehatan dan produktivitas, terutama pada remaja perempuan yang cenderung lebih rentan terhadap kekurangan zat besi. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, PP Putri Wahid Hasyim menerapkan metode ABC yang sederhana namun efektif.

Melalui metode inovatif “ABC” yang mencakup langkah Amati, Beri, Cek, PP Putri Wahid Hasyim berkomitmen untuk melindungi kesehatan para santriwati dan mencegah anemia sejak dini. Metode ini dimulai dengan langkah “Amati,” dimana para pengajar dan pengelola pondok secara cermat mengamati pola makan dan gaya hidup para santriwati. Tak hanya itu, santri juga diajarkan cara praktis untuk memeriksa konjungtiva, atau bagian dalam kelopak mata.

“Beri” mengacu pada pendekatan pemberian asupan zat besi yang cukup dalam menu harian, dengan menambahkan makanan yang kaya zat besi ke dalam diet mereka. Langkah terakhir adalah “Cek,” dimana para santriwati secara berkala menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memantau kadar hemoglobin dalam darah mereka.

Salah satu pengasuh PP Putri Wahid Hasyim, mengungkapkan, “Kami percaya bahwa pencegahan adalah kunci untuk melindungi kesehatan dan membangun generasi yang tangguh. Melalui metode ABC, kami ingin memberikan edukasi dan pengetahuan yang komprehensif kepada santriwati kami untuk mencegah anemia defisiensi besi.”

Program ini telah menerima tanggapan positif dari para santriwati dan orang tua. Salah satu santriwati mengatakan, “Saya merasa senang bahwa pondok peduli dengan kesehatan kami. Dengan metode ABC, saya belajar bagaimana menjaga makanan sehat dan menghindari masalah anemia, termasuk tidak begadang lagi.”

Pendekatan holistik seperti ini tidak hanya berfokus pada pemecahan masalah, tetapi juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya kesehatan dan gaya hidup seimbang. PP Putri Wahid Hasyim berharap bahwa metode ABC ini akan terus memberikan manfaat jangka panjang dalam melindungi kesehatan para santriwati dan membentuk generasi yang kuat dan sehat.

Kegiatan ini direkomendasikan melalui kepala pesantren, agar pendidikan gizi dilanjutkan di sekolah dan di rumah. Upaya ini memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil meningkatkan pengetahuan gizi di masyarakat, dimana santri diharapkan dapat menjadi perantara bagi guru dalam menjangkau orang tua sehingga informasi yang diberikan dapat tersebar lebih luas dan tujuan dari pendidikan gizi tercapai. Penyampaian pesan-pesan gizi menggunakan buklet dan poster terbukti dapat meningkatkan pengetahuan gizi secara signifikan.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *