DOSEN MENGABDI

Menjaga Kesehatan Santri: Perangi Norovirus, Stop Diare di Pesantren !

dr. Warda El Maida Rusdi., M.Ked.Trop
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) FK UNUSA berperan serta membantu peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang kesehatan di ingkungan Pondok Pesantren dengan mengadakan Pemberdayaan Kesehatan Pesantren melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang bertajuk “Pencegahan Kontaminasi Norovirus sebagai Upaya menurunkan Kejadian Diare di PP Putri Wahid Hasyim Bangil” diketuai oleh dr. Warda El Maida Rusdi., M.Ked.Trop selaku Dosen FK UNUSA. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Mei 2023 di Aula PP Putri Wahid Hasyim Bangil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini di ikuti oleh seluruh santri dan juga pengurus PP Putri Wahid Hasyim Bangil dengan total peserta 40 orang. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara interaktif, dibuktikan dengan keantusiasan dan keaktifan santri Wahid hasyim dalam mengikuti kegiatan, banyak diantara santri yang bertanya kepada pemateri dan akti mengikuti gamas wawasan yang diberikan.

Pondok Pesantren Putri Wahid Hasyim Bangil, sebuah lembaga pendidikan terkemuka yang didedikasikan untuk pembentukan karakter dan kesejahteraan santri, telah mengambil langkah proaktif untuk melawan kejadian diare yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam upaya memerangi penyakit ini, PP Putri Wahid Hasyim Bangil bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UNUSA untuk dapat menyelenggarakan Pengabdian Masyarakat di lingkungan pondok khusus membahas pencegahan kontaminasi norovirus sebagai salah satu langkah utama. Norovirus, yang dikenal sebagai “virus perut,” adalah penyebab umum diare akut di seluruh dunia. Penyebarannya yang mudah melalui makanan, minuman, dan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi telah menempatkannya sebagai ancaman kesehatan yang signifikan di pondok pesantren. Namun, dengan pendekatan yang cermat dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, masalah ini dapat dikendalikan dengan baik.

Langkah pertama yang ditekankan pemateri Pengabdian Masyarakat dari FK UNUSA adalah peningkatan kebersihan dan sanitasi. Pondok Pesantren wajib secara rutin membersihkan dan mendesinfeksi area-area yang berpotensi menjadi sumber kontaminasi, seperti toilet, kamar mandi, dan dapur. Penggunaan deterjen dan disinfektan yang efektif juga dapat menjadi andalan dalam memastikan kebersihan yang optimal. Tidak hanya itu, pemateri juga memberikan pelatihan kepada pengurus dan santri tentang pentingnya menjaga kebersihan makanan dan pentingnya menjaga gizi seimbang. Pemateri juga memberikan pemahaman yang komprehensif tentang teknik cuci tangan yang benar, pengelolaan makanan yang aman, serta praktik kebersihan pribadi lainnya. Dengan pengetahuan ini, diharapkan santri PP Putri Wahid Hasyim Bangil menjadi agen perubahan yang efektif dalam mencegah penyebaran norovirus. Semoga langkah-langkah yang telah diambil dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menginspirasi upaya serupa di seluruh komunitas pendidikan, untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *