DOSEN MENGABDI

Pentingnya Pengaturan Pola Makan Dan Implementasi Jus Star Shine Bagi Penderita Hipertensi

Siti Damawiyah, S.Kep, Ns, M.Kep
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Istilah “silent killer” sering digunakan untuk menggambarkan hipertensi, karena banyak orang yang menderita hipertensi tidak memahami bahwa jenis penyakit hipertensi ini tanda dan gejalanya tidak terlihat kecuali dari hasil pengukuran tekanan darah. Hipertensi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah mengalami peningkatan lebih dari normal, yaitu dengan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi adalah suatu penyakit yang tidak menular, tetapi memang terjadi pada banyak orang, terutama hipertensi pada lansia yang merupakan kejadian hipertensi paling tinggi. Salah satu hal yang menjadi penyebab hipertensi adalah dari pola makan yang berhubungan dengan kebiasaan orang tersebut setiap harinya. Kebanyakan penyebab hipertensi yang ditemui saat ini merupakan gaya hidup yang tidak sehat seperti terjadinya perubahan pola makan serba instan dengan komposisi diantaranya terlalu banyak protein, tinggi kalori, gula, rendah serat dan tinggi lemak dapat menimbulkan ketidakseimbangan konsumsi gizi.

Faktor-faktor yang bisa menaikkan risiko hipertensi antara lain karakteristik  individu (usia, jenis kelamin, riwayat penyakit hipertensi), pola makan (kebiasaan konsumsi lemak, natrium dan kalium), serta gaya hidup (kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, stress, konsumsi kopi, dan aktivitas fisik). Faktor terpenting yang dapat mempengaruhi kesehatan lansia adalah dari perilaku pola makan. Meningkat nya tekanan darah pada pasien hipertensi dapat disebabkan karena kesalahan perilaku pada pola makannya, seperti makanan dalam bentuk siap saji, makanan yang mengandung pengawet, mengkonsumsi makanan yang mengandung garam atau natrium, makan-makanan yang berlemak.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah hipertensi antara lain dapat dilakukan pengaturan pola makan seperti diet dengan mengatur asupan gizi yang seimbang, rendah garam, pengaturan obesitas, serta modifikasi gaya hidup untuk mengatasi peningkatan tekanan darah. Perubahan gaya hidup juga dapat berkaitan erat dengan pengetahuan masing-masing individu untuk mencegah terjadinya hipertensi. Kemudian untuk alternatif lainnya yang dapat dilakukan yaitu terapi farmakologi dan terapi non farmakologi. Non farmakologi pada hipertensi dengan melakukan gaya hidup sehat, sedangkan farmakologi berfokus pada obat-obatan. Menjalani gaya hidup sehat telah terbukti dapat menurunkan tekanan darah, yang secara umum sangat  menguntungkan dalam menurunkan risiko kardiovaskular.

Pada pasien tingkat 1 hipertensi, tanpa faktor risiko kardiovaskular lain strategi gaya hidup sehat   juga merupakan tahap awal yang harus dijalani selama 4-6 bulan. Back to nature atau kembali ke alam adalah salah satu pilihan aman untuk mengendalikan tekanan darah penderita hipertensi karena menekankan perawatan tanpa obat kimia Terapi jus buah-buahan menjadi pilihan yang tepat. Nutrisi yang terdapat dalam jus sangat mudah diserap oleh tubuh dan juga disukai karena rasanya yang enak dan segar. Salah satu jus buah-buahan yang dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi adalah jus star shine yaitu campuran jus belimbing dan semangka yang diberikan secara rutin. Buah belimbing dan semangka mengandung zat kalium tinggi yang berperan sebagai vasodilator pembuluh darah, sehingga jus ini sangat baik untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *