DOSEN MENGABDI

Stimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan dengan Pelaksanaan Terapi Pijat Bayi di Ruangan Neonatus RSI Jemursari Surabaya

Firdaus, S.Kep.Ns., M.Kes.
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Bayi adalah usia 0 bulan hingga 1 tahun. Bayi merupakan individu yang berusia 0-12 bulan yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat disertai dengan perubahan dalam kebutuhan zat gizi (Soetjiningsih, 2013). Masa bayi dibagi menjadi dua periode, yaitu masa neonatal dan masa post neonatal. Masa neonatal dimulai dari umur 0 sampai 28 hari, sedangkan masa post neonatal dimulai dari umur 29 hari sampai 11 bulan. Bayi adalah individu yang lemah dan memerlukan proses adaptasi. Kesulitan proses adaptasi akan menyebabkan bayi mengalami penurunan berat badan, keterlambatan perkembangan, perilaku yang tidak teratur bahkan bisa sampai meninggal dunia (Vivian, 2020). Oleh karena itu salah satu peran pemerintah dalam hal ini adalah pihak kesehatan harus berupaya agar dapat menanggulangi kematian yang terjadi pada bayi salah satunya adalah bentuk perawatan optimalisasi pertumbuhan bayi dengan cara melakukan pijat bayi yang berguna untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi (Hutasuhut, 2019).

Pada bayi prematur yang dilakukan pemijatan 3×10 menit selama 10 hari, kenaikan berat badannya tiap hari 20%-47% dan pada bayi cukup bulan usia 1-6 bulan dipijat 15 menit, dua kali seminggu selama enam minggu, kenaikan berat badannya lebih baik daripada yang tidak dipijat. Bayi pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan berat badan sebesar 17,32% dan kelompok kontrol meningkat sebesar 13,48% (Sari, 2018). Sumber data merupakan laporan rutin dari fasilitas kesehatan selama setahun, diperoleh data bahwa balita di Sumatera Utara berjumlah 1.446.666 jiwa, dimana 1.236.243 balita diantaranya (85,45%) telah dilakukan penimbangan. Hanya 12.410 balita (1%) yang tercatat masih dibawah garis merah, dan 1.389 balita (0,11%) (Kementerian Kesehatan R.I., 2018). Berdasarkan Survey awal di RSI Jemursari Surabaya didapatkan masih banyak  dari orang tua yang masih belum mengetahui cara pijat, manfaat, dan melakukan teknik pemijatan pada bayi dengan teknik dasar.

Pijat merupakan salah satu metode pengobatan tertua di dunia. Pijat meliputi seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang mampu melemaskan sendi yang terlalu kaku dan menyatukan organ tubuh dengan gosokan yang kuat. Terapi pijat tidak hanya digunakan disalon dan spa saja, tapi juga diberbagai rumah sakit dan pusat perawatan kesehatan. Saat ini, teknik pijat telah banyak digunakan untuk kesehatan dan peningkatan berat badan pada bayi (Irva, Hasanah, & Woferst, 2014). Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini program yang dilakukan adalah memberdayakan orang tua untuk pemantauan pertumbuhan pada bayi dengan membawa bayinya untuk mengontrol pertumbuhannya yang dilakukan setiap bulannya sehingga dapat dilakukan deteksi dini terhadap pertumbuhan bayi dan untuk pencegahan serta bisa dilakukannya pengobatan (Gultom, 2015).

Pijat bayi dapat digolongkan sebagai aplikasi stimulasi sentuhan, karena dalam pijat bayi terapat unsur sentuhan berupa kasih sayang, perhatian, suara atau bicara, pandangan mata, gerakan, dan pijatan. Stimulasi ini akan merangsang perkembangan struktur maupun fungsi sel-sel otak (Marni, 2019). Pijat bayi merupakan bentuk pengobatan alternative yang menjadi semakin popular karena kesederhanaan, efektivitas biaya, mudah dipelajari dan dapat dilakukan dirumah oleh keluarga, namun banyak ibu yang belum bisa melakukan pijat bayi secara mandiri. Pijat telah digunakan untuk pengobatan dan menjadi bagian rutin perawatan bayi selama ratusan tahun dibanyak kebudayaan dan salah satu teknik terapi tertua di dunia (Saputri, 2019).

Pijat bayi sangat penting bagi kesehatan bayi, terutama apabila dilakukan oleh orang tua sendiri. Sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan dalam memberikan pijatan pada bayi. Agar menciptakan komunikasi antara orangtua dan bayi melalui sentuhan pijatan yang mengandung unsur kasih sayang, suara, kontak mata, dan gerakan. Selain itu biaya dari pijat bayi yang ditawarkan relatif mahal bagi masyarakat menengah ke bawah yang memiliki tingkat ekonomi yang terbatas. Biaya yang besar juga menjadi salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi ibu tidak membawa bayi mereka ke tempat pijat bayi yang di lakukan oleh bidan maupun perawat. Tempat pelayanan yang menyajikan pemijatan bayi yang menarik tarif yang cukup mahal membuat para ibu kerapkali mengabaikan tentang pentingnya pijat bayi ini kepada anak-anak mereka.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pijat bayi ibu-ibu yang mempunyai bayi yang baru melahirkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di di ruang Neonatus RSI Jemur Sari Surabaya. Waktu pelaksanaan kegiatan dengan jangka waktu 6 bulan (Mulai pengajuan proposal hingga pembuatan laporan dan evaluasi).

Metode yang dilakukan adalah dengan ibu ibu yang baru melahirkan dengan mengadakan  penyuluhan tentang pentingnya kesehatan bayi dengan peningkatan berat badan melalui stimulasi pijat bayi  Kemudian melakukan demonstrasi  pijat bayi guna merangsang daya hisap bayi untuk menyusui .

Pengetahuan dapat dilakukan dengan melakukan  Pre test dilakukan sebelum penyuluhan diberikan. Sedangkan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu post partum  diketahui dengan membandingkan hasil post tes yang telah diisi oleh ibu setelah ibu mendengarkan penjelasan pijat bayi dan demonstrasi pijat bayi yang benar. Hasil pre test peserta yang mengetahui tentang pijat bayi sebesar 4 orang (25%) , sedangkan berdasarkan hasil post test peserta yang mengetahui tentang pijat bayi sebesar 14 orang (87,5%).

Dilihat dari hasil pre test hampir seluruh ibu batita tidak mengetahui tentang pijat bayi, namun setelah dilakukannya penyuluhan hasil post test sebagian besar ibu batita sudah mengerti tentang pijat bayi. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat karena nilai post test lebih tinggi daripada nilai pre test.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *