DOSEN MENGABDI

Edukasi Penanganan Luka Bakar: Meningkatkan Pengetahuan Santri di PP. Assalafi Al-Fithrah Surabaya

dr. Bambang Edi Suwito, M.Si
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Surabaya – Luka bakar adalah salah satu cedera yang sering kali dianggap sepele, namun jika tidak ditangani dengan tepat dapat berakibat fatal. Kematian sel yang disebabkan oleh luka bakar bisa menimbulkan masalah serius, mulai dari infeksi hingga kerusakan jaringan yang parah. Melihat pentingnya penanganan luka bakar yang cepat dan tepat, tim pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi mengadakan kegiatan edukasi di Pondok Pesantren (PP) Assalafi Al-Fithrah Surabaya, bertajuk “Edukasi Penanganan Luka Bakar untuk Menghindari Kematian Sel.”

Luka bakar sering terjadi di lingkungan sehari-hari, termasuk di pesantren, di mana para santri sering menggunakan peralatan dapur, kompor, dan benda-benda lain yang bisa memicu insiden. Sayangnya, pengetahuan mengenai penanganan luka bakar yang benar masih minim. Banyak orang yang justru melakukan tindakan yang kurang tepat, seperti mengoleskan pasta gigi atau kecap pada luka—yang sebenarnya bisa memperburuk kondisi luka bakar.

Melalui edukasi ini, santri diajarkan cara-cara penanganan yang benar seperti mendinginkan luka bakar dengan air mengalir selama 10-20 menit, menghindari penggunaan bahan yang tidak steril, dan melindungi luka dari kotoran. Pengetahuan ini sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada jaringan dan mempercepat proses penyembuhan.

Kegiatan edukasi dilakukan secara interaktif, di mana santri tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak untuk mempraktikkan langsung cara penanganan luka bakar. Dengan metode ini, santri dapat lebih memahami langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi situasi darurat. Santri juga diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada tim pengabdian masyarakat sehingga setiap informasi yang diberikan bisa dipahami dengan jelas.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis-jenis luka bakar, penanganan awal yang benar, serta kapan waktu yang tepat untuk mencari pertolongan medis. Edukasi ini juga menekankan pentingnya tindakan cepat untuk menghindari kematian sel yang bisa mengakibatkan komplikasi lebih serius.

Hasil dari kegiatan ini sangat positif. Berdasarkan evaluasi, para santri menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal pengetahuan dan pemahaman mengenai penanganan luka bakar. Mereka kini lebih siap untuk memberikan pertolongan pertama, baik untuk diri sendiri maupun teman-teman di sekitarnya. Edukasi ini juga membangun rasa keberdayaan di kalangan santri, di mana mereka merasa lebih siap menghadapi situasi darurat.

“Ini sangat bermanfaat, karena sekarang kami tahu apa yang harus dilakukan jika ada yang mengalami luka bakar. Tindakan cepat bisa mencegah kondisi semakin parah,” ujar salah satu santri yang mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi penanganan luka bakar di PP. Assalafi Al-Fithrah Surabaya merupakan langkah penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan para santri dapat mengurangi risiko komplikasi luka bakar di lingkungan mereka. Edukasi semacam ini sangat diperlukan, tidak hanya di pesantren, tetapi juga di berbagai komunitas lainnya, agar lebih banyak orang yang tahu bagaimana cara menangani luka bakar dengan benar.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *