Penguatan Literasi Keuangan Digital Berbasis Web untuk Mengurangi Risiko Pinjaman Online di Kalangan Generasi Muda Darul Ittihad Desa Campor Madura

Niken Savitri Primasari, SE., MM.
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Permasalahan pinjaman online ilegal di Indonesia semakin mengkhawatirkan dengan banyaknya kasus penyalahgunaan identitas dan tekanan dari debt collector yang berujung pada penderitaan psikologis, bahkan bunuh diri. Masyarakat Indonesia masih memiliki pemahaman yang rendah tentang cara melaporkan pinjaman online ilegal dan melindungi diri dari jeratan pinjaman fiktif. Berdasarkan data terbaru, hanya 25% masyarakat yang mengetahui cara melapor pinjaman online legal, sementara 45,8% tidak memahami cara mencegah penipuan ini (Gomulya, 2023). Fenomena ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan di era digital, terutama untuk membantu masyarakat memahami risiko dan bahaya yang terkait dengan pinjaman online illegal.
Menyikapi permasalahan tersebut, dosen Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), yakni Niken Savitri Primasari, Rizki Amalia Elfita, dan Luluk Khoiriyah, melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan fokus pada peningkatan literasi keuangan digital. Program ini ditujukan kepada siswa MA Muallimien Darul Ittihad dan masyarakat di sekitar Pondok Pesantren di Madura. Melalui pelatihan intensif, peserta diajarkan tentang manajemen keuangan digital, cara melindungi diri dari pinjaman ilegal, dan membuat keputusan finansial yang lebih bijak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai post-test yang meningkat sebesar 73% dibandingkan dengan pre-test.
Program pengabdian ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan literasi finansial sebagai upaya preventif dalam menghadapi maraknya pinjaman online ilegal. Selain memberikan pelatihan langsung, para dosen juga memanfaatkan kampanye edukasi dengan mengarahkan masyarakat untuk mengakses informasi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memahami lebih dalam terkait keuangan digital. Pendekatan ini diharapkan dapat melindungi lebih banyak individu dari risiko keuangan yang muncul akibat ketidaktahuan dan kesalahan dalam mengelola utang.

Ke depan, tim pengabdian masyarakat UNUSA merencanakan perluasan program ini ke komunitas lain dan sekolah-sekolah di berbagai daerah. Mereka juga menyarankan penggunaan media sosial, seperti YouTube, sebagai sarana edukasi yang efektif, mengingat generasi muda lebih terhubung dengan teknologi. Dengan strategi ini, diharapkan edukasi literasi keuangan digital dapat menjangkau audiens yang lebih luas, menciptakan kesadaran akan pentingnya manajemen keuangan yang bijak, dan mendorong perilaku keuangan yang lebih sehat di kalangan masyarakat.





