Kegiatan “Santri Sehat Mental”: Peningkatan Wawasan Kesehatan Mental dan Pemeriksaan Kesehatan untuk Santri di PP. Assalafi Al-Fithrah

dr. Nur Azizah AS., Sp.KJ
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Tim dosen dari pihak Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) telah mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat pada tanggal 11 Mei 2024 berjudul “Santri Sehat Mental” untuk menanggulangi penyakit mental dan penyimpangan perilaku remaja di Pondok Pesantren (PP) Assalafi Al-Fithrah. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu ini dihadiri oleh puluhan santri, pengurus pesantren, serta tim kesehatan dari berbagai latar belakang, seperti tenaga kesehatan yang terdiri dari mahasiswa dan dokter.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para santri akan pentingnya kesehatan mental di tengah tekanan belajar dan dinamika kehidupan remaja, serta membantu mereka mengenali tanda-tanda awal masalah kesehatan mental.
Selama kegiatan berlangsung, para santri diberikan materi edukasi tentang kesehatan mental, yang meliputi cara menjaga pikiran tetap sehat, mengenali gejala gangguan mental, serta pentingnya mencari bantuan jika diperlukan. Penyuluhan ini juga membahas tentang penyimpangan perilaku yang kerap muncul pada remaja, seperti pergaulan bebas, narkoba, dan tindakan kekerasan.
dr. Nur Azizah AS, Sp.KJ selaku ketua pelaksana kegiatan, menekankan pentingnya acara ini bagi perkembangan santri. “Remaja, termasuk santri, seringkali menghadapi tekanan yang bisa berdampak pada mental mereka. Penting bagi mereka untuk memahami bahwa kesehatan mental itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” ujar dr. Azizah.
Setelah sesi penyuluhan, tim pelaksana melakukan survei sederhana untuk melihat dampak dari kegiatan ini terhadap wawasan para santri. Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman santri mengenai kesehatan mental. Lebih dari 80% santri mengaku kini lebih paham tentang tanda-tanda gangguan mental, seperti stres, kecemasan, dan depresi.
Salah satu santri, Habibi (17), berbagi pengalamannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya jadi tahu bahwa perubahan suasana hati yang tiba-tiba dan perasaan tertekan itu bisa jadi tanda stres atau depresi. Dulu saya kira itu hal biasa, tapi sekarang saya tahu kapan harus mencari bantuan,” kata Habibi.
Selain penyuluhan tentang kesehatan mental, acara ini juga diikuti dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi para santri dan pengurus pesantren. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kesehatan fisik umum, serta konsultasi kesehatan bagi yang memerlukan. Santri yang memiliki keluhan kesehatan, baik fisik maupun mental, langsung diberikan penanganan oleh tim medis yang hadir.
Salah satu pengurus pesantren, dr. Ellyana Noor, penanggung jawab kesehatan di PP. Assalafi Al-Fithrah juga turut serta dalam pemeriksaan kesehatan ini. “Ini sangat bermanfaat, tidak hanya untuk santri tapi juga bagi kami, pengurus. Kami jadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental,” tuturnya.
Bagi santri, ustadz-ustadzah, dan pengurus yang memerlukan, tim medis juga memberikan obat-obatan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan. Obat-obatan ini disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu, mulai dari vitamin hingga obat yang lebih spesifik untuk mereka yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Dengan suksesnya kegiatan “Santri Sehat Mental” ini, PP. Assalafi Al-Fithrah berencana untuk terus mengadakan kegiatan serupa secara berkala. Diharapkan kegiatan ini dapat membentuk kesadaran lebih besar di kalangan santri akan pentingnya menjaga kesehatan—khususnya kesehatan mental, serta mendorong mereka untuk lebih terbuka dalam berbicara tentang masalah mental yang mungkin dihadapi.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal yang baik bagi pesantren dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan fisik santri. Harapannya, dengan edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang berkelanjutan, para santri di PP. Assalafi Al-Fithrah dapat tumbuh menjadi individu yang sehat secara mental dan fisik, serta mampu menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih baik.





