Penyuluhan Puasa dan Perilaku Hidup Sehat di Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah, Madura

dr. Nanda Fadhilah Witris Salamy, M.Si
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang perilaku hidup sehat, Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah, Madura, bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama (UNUSA), Surabaya, melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai manfaat puasa bagi kesehatan. Kegiatan ini ditujukan kepada para santri, terutama mereka yang berada dalam rentang usia remaja.
Pesantren ini terletak di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, dengan suasana sejuk yang mendukung aktivitas pendidikan dan religius. Sebagai salah satu pesantren tertua di Sampang, Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai Islam, terutama dalam mendidik santri menjadi calon pemimpin yang berpegang teguh pada ajaran agama.
“Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan tubuh, baik secara fisik maupun mental. Melalui penyuluhan ini, kami berharap para santri dapat memahami manfaat kesehatan yang terkandung dalam ibadah puasa dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.” jelas dr. Nanda Fadhilah Witris Salamy, M.Si dalam penyuluhan
Dalam kegiatan penyuluhan, puasa Ramadhan menjadi fokus utama. Selain menjadi ibadah wajib dalam Islam, puasa juga memberikan berbagai manfaat kesehatan. Menurut penelitian, puasa Ramadhan dapat meremajakan sistem kekebalan tubuh dan mendorong produksi sel darah putih baru setelah tiga hari berpuasa. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.
Selain itu, puasa Ramadhan mempengaruhi hormon kortisol, yang berperan dalam respons tubuh terhadap stres. Hormon ini biasanya meningkat di malam hari selama bulan puasa. Santri juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan mulut selama puasa, karena penurunan kadar imunoglobulin A (IgA) dalam air ludah dapat meningkatkan risiko infeksi mulut.
Kegiatan penyuluhan dilakukan melalui metode ceramah, dengan menggunakan media proyektor untuk menyampaikan materi. Peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal mereka mengenai manfaat puasa. Setelah itu, penyuluhan dilakukan selama sekitar satu jam, diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pengisian post-test.
“Setelah mengikuti penyuluhan, saya jadi lebih paham bahwa puasa juga baik untuk kesehatan. Saya jadi lebih tahu tentang pentingnya menjaga asupan makanan saat sahur dan berbuka agar tetap sehat selama Ramadhan.” testimoni dari santriwati, peserta penyuluhan.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya penyuluhan ini. Para santri tidak hanya belajar mengenai kewajiban berpuasa dari sisi agama, tetapi juga manfaat kesehatannya. Ini akan sangat membantu mereka untuk lebih semangat menjalankan puasa dengan pemahaman yang lebih mendalam.” ungkap salah satu guru di Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah
Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan santri tentang pentingnya menjaga kesehatan selama berpuasa dan menumbuhkan kesadaran akan perilaku hidup sehat. Diharapkan, penyuluhan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung kesehatan fisik dan spiritual para santri.





