Peningkatan Gizi Remaja melalui Pemberian Suplemen Zat Besi di Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan

dr. Fariska Zata Amani, Sp. OG
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan remaja, Pondok Pesantren Al Hikam, Bangkalan, baru-baru ini menggelar kegiatan penyuluhan yang berfokus pada peningkatan gizi melalui pemberian suplemen zat besi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pentingnya asupan zat besi dalam mencegah anemia pada remaja putri.
Remaja, khususnya santriwati di pondok pesantren, merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi. Berdasarkan data dari Puskesmas Bangkalan, pada tahun 2022 tercatat sekitar 23,5% dari 1.415 ibu hamil di daerah tersebut mengalami anemia. Masalah ini diyakini dapat dicegah sejak masa remaja, mengingat santriwati adalah calon ibu yang memerlukan asupan gizi yang cukup, terutama zat besi yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin dan mencegah anemia.
Selama penyuluhan, 37 santriwati berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang diawali dengan registrasi dan pengisian pretest untuk menilai pengetahuan awal tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya zat besi. Setelah itu, para peserta mendapatkan materi tentang anatomi reproduksi, risiko kehamilan dini, dan pentingnya suplemen zat besi bagi kesehatan. Kegiatan ini diakhiri dengan posttest untuk mengukur sejauh mana pengetahuan mereka bertambah setelah penyuluhan.
Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman santriwati mengenai pentingnya zat besi. Dari hasil pretest, hanya 54,05% santriwati yang memiliki pemahaman baik, sementara setelah penyuluhan, angka ini meningkat menjadi 91,89%. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi yang cukup, terutama zat besi, untuk kesehatan reproduksi dan mencegah anemia.
“Kami merasa mendapatkan ilmu baru tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, terutama dalam menghadapi persiapan untuk menjadi ibu suatu saat nanti. Dengan adanya penyuluhan ini, kami jadi lebih mengerti bagaimana cara menjaga kesehatan dan pencegahan anemia.” jelas salah satu santriwati Al-Hikam.
Pemberian suplemen zat besi bagi remaja putri di pesantren ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa mereka memperoleh gizi yang cukup. Anemia yang diakibatkan oleh defisiensi zat besi dapat berdampak negatif pada perkembangan remaja, terutama bagi mereka yang berencana memasuki masa kehamilan. Dengan pemahaman yang lebih baik, santriwati diharapkan dapat menjaga keseimbangan gizi mereka dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih sehat.
Peningkatan gizi melalui pemberian suplemen zat besi ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak remaja, khususnya santriwati di pondok pesantren, dapat terhindar dari risiko anemia dan masalah kesehatan lainnya.





