DOSEN MENGABDI

Cegah Stroke dengan Pola Hidup Sehat: FK UNUSA Gelar Penyuluhan di Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah Madura

dr. Nurlisa Naila Aulia, Sp.N
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Akibatnya, sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi, yang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau bahkan kematian. Meskipun stroke sering kali datang secara tiba-tiba dan memiliki dampak yang serius, penyakit ini dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Pola hidup sehat sangat penting untuk menurunkan risiko stroke karena dapat mengendalikan faktor-faktor risiko utama, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, diabetes, obesitas, serta gaya hidup yang tidak aktif. Berikut beberapa langkah pola hidup sehat yang bisa diterapkan untuk mencegah stroke.

  1. Mengontrol Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama stroke. Tekanan darah yang tidak terkendali dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Untuk mengendalikannya, dianjurkan mengurangi konsumsi garam, menghindari stres, serta rutin berolahraga.

  1. Menjaga Pola Makan Sehat

Pola makan sehat berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah. Diet rendah lemak jenuh dan garam, serta kaya serat dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, dapat membantu menurunkan risiko stroke. Hindari konsumsi makanan cepat saji, gula berlebih, dan alkohol yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.

  1. Berhenti Merokok

Merokok secara signifikan meningkatkan risiko stroke karena zat kimia dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah dan memicu pembentukan plak. Berhenti merokok adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko stroke serta memperbaiki kondisi kesehatan secara keseluruhan.

  1. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik yang teratur seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang setidaknya 30 menit sehari dapat membantu menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi darah. Olahraga juga membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular lainnya yang dapat berujung pada stroke.

  1. Mengelola Stres

Stres yang berlebihan dapat memicu peningkatan tekanan darah dan meningkatkan risiko stroke. Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau sekadar meluangkan waktu untuk bersantai dapat membantu mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental serta fisik.

  1. Rutin Melakukan Pemeriksaan Kesehatan

Pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk memantau kondisi tubuh. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, seperti tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol yang tinggi, langkah-langkah pencegahan dapat diambil lebih cepat.

Kegiatan penyuluhan tentang pola hidup sehat untuk mencegah stroke ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA). Program ini berlangsung di Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah, Madura, dan diikuti oleh para santri serta masyarakat sekitar. Acara ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat untuk mengurangi risiko stroke, terutama di lingkungan pesantren.

Program ini dipimpin oleh dr. Nurlisa Naila Aulia, Sp.N dan dibantu oleh mahasiswa kedokteran UNUSA, yang juga memberikan konsultasi kesehatan kepada peserta terkait risiko stroke dan langkah-langkah preventif yang bisa diterapkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat pesantren lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *