DOSEN MENGABDI

ATASI GANGGUAN TIDUR DAN KECEMASAN MENJELANG PERSALINAN DENGAN PEMBERIAN BLENDED AROMATHERAPY

Fritria Dwi Anggraini, SST., MKes
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Dosen Program Studi D-III Kebidanan dan tim, yang terdiri dari dosen program studi profesi bidan, D III Keperawatam dan Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melakukan asuhan kebidanan komplementer berupa pemberian aromaterapi inhalasi menggunakan diffuser (Essential Oil Diffuser Blend aromatherapy, diberikan secara langsung saat ibu melakukan kunjungan dan kemudian di evaluasi. Kegiatan pengabdian kesehatan ini sebagai upaya mengatasi ketidaknyamanan yaitu gangguan tidur pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja PMB Nanik Cholid Sidoarjo.

Pemberian konseling tentang cara pemberian aromaterapi serta proses pemberian aromaterapi dilakukan oleh tim dan bidan di PMB, selanjutnya dievaluasi jika keluhan berkurang atau ibu merasa lebih rileks asuhan dapat dilanjutkan oleh ibu di rumah.. Evaluasi hasil dari pemberian asuhan di ukur keberhasilannya melalui pengukuran tingkat kualitas tidur dan kecemasan yang akan di ukur sebelum dan setelah pemberian aromaterapi dilakukan. Instrumen menggunakan kuesioner kualitas tidur adalah Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI). kualitas tidur baik dari 35,7% saat sebelum pemberian aromatherapy menjadi 78,6% setelah pemberian aromatherapy. Rata rata skor kualitas tidur sebelum pemberian aromaterapi = 13 (kualitas tidur buruk) dan setelah pemberian aromaterapi menjadi 5 (kualitas tidur baik). 

ketika seseorang menghirup aromaterapi maka aroma yang dikeluarkan menstimulasi reseptor silia saraf olfactorius yang berada di epitel olfactory untuk meneruskan aroma tersebut ke bulbusolfactorius melalui saraf olfactorius yang berhubungan dengan sistem limbik. Sistem limbik menerima semua informasi dari sistem pendengaran, sistem penglihatan, dan sistem penciuman. Bagian terpenting dari sistem limbik yang berhubungan dengan aroma adalah amygdala dan hippocampus. Amygdala merupakan pusat emosi dan hippocampus yang berhubungan dengan memori, termasuk terhadap aroma yang kemudian melalui hipotalamus sebagai pengatur maka aroma tersebut dibawa kedalam bagian otak yaitu nukleus raphe. Efek dari nukleus raphe yang terstimulasi yaitu terjadinya pelepasan serotonin yang merupakan neurotransmitter yang mengatur permulaan untuk tidur serta kualitas tidur.

Fritria yang merupakan koordinator kegiatan pengabdian masyarakat ini mengatakan bahwa Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan serta memberdayakan kemampuan ibu hamil dalam mengatasi ketidaknyamanan dan meningkatkan kualitias tidurnya. Langkah ini selain efektif juga sangat praktis , mudah dan dapat dilakukan oleh ibu hamil sendiri sendiri  ataupun keluarga. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan tersebut, ibu hamil dapat mencegah dan mengatasi ketidaknyamanan, menjadi lebih rileks, sehat dan lebih siap dalam mempersiapkan persalinan. Psikologis ibu merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kelancaran proses persalinan.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *