DOSEN MENGABDI

Cegah TBC di Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo! Tim FK UNUSA Edukasi Santri dengan Cara Kreatif

dr. Diyan Wahyu Kurniasari, Sp.PK
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya Tuberkulosis (TBC), tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo. Kegiatan yang bertajuk “TBC dan Masyarakat Pesantren” ini dipimpin oleh dr. Diyan Wahyu Kurniasari, Sp.PK, serta dibantu oleh beberapa mahasiswa FK UNUSA. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai penyakit TBC kepada santri di lingkungan pesantren, yang dianggap masyarakat rentan terhadap penularan penyakit tersebut.

Penyakit Tuberkulosis (TBC) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang organ tubuh, terutama paru-paru. Sosialisasi ini menekankan pentingnya pemahaman mengenai gejala-gejala TBC, seperti batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, penurunan berat badan drastis, serta gejala lain seperti demam dan berkeringat di malam hari. Selain mengenali gejalanya, penyuluhan juga memberikan edukasi tentang cara pencegahan, termasuk etika batuk yang benar untuk mencegah penyebaran bakteri, serta langkah-langkah yang harus diambil jika seseorang mencurigai dirinya terinfeksi TBC.

Sebanyak 36 santri yang hadir dalam kegiatan ini dibagi menjadi empat kelompok belajar, dengan masing-masing kelompok berisi 9 santri. Pembagian kelompok ini dilakukan agar proses penyampaian materi lebih efektif dan setiap santri bisa mendapatkan perhatian yang cukup dari para pemateri. Sebelum kegiatan penyuluhan dimulai, santri diberikan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman mereka terkait penyakit TBC sebelum mendapatkan materi.

Penyuluhan ini menggunakan media yang kreatif dan informatif. Tim FK UNUSA memanfaatkan gadget tablet yang dilengkapi dengan gambar animasi menarik sebagai media pembelajaran. Penggunaan teknologi ini bertujuan untuk membuat para santri lebih tertarik dan mudah memahami informasi yang disampaikan. Pendekatan visual melalui animasi dianggap efektif untuk menjelaskan mekanisme penularan bakteri TBC, serta bagaimana bakteri tersebut dapat mempengaruhi kesehatan manusia.

Setelah pemaparan materi selesai, sesi tanya jawab dilakukan untuk memfasilitasi para santri yang ingin menanyakan hal-hal yang belum mereka pahami. Sesi ini juga memberi kesempatan kepada para santri untuk berbagi pengalaman terkait kasus TBC yang mungkin pernah mereka temui di lingkungan sekitar. Tanya jawab ini diharapkan dapat meningkatkan interaksi antara pemateri dan peserta, sekaligus memastikan bahwa semua informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik.

Kegiatan dilanjutkan dengan post-test untuk mengevaluasi tingkat pemahaman para santri setelah mengikuti penyuluhan. Post-test ini bertujuan untuk melihat peningkatan pengetahuan santri mengenai TBC dan langkah-langkah pencegahannya. Dari hasil post-test, tim penyuluh dapat menilai sejauh mana efektivitas metode penyampaian yang telah digunakan dalam kegiatan ini.

Tim pengabdian masyarakat FK UNUSA di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini mendapat apresiasi dari pihak pesantren. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran para santri terhadap penyakit TBC, yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular yang berbahaya di Indonesia. Melalui edukasi kesehatan ini, para santri diharapkan bisa menjadi agen perubahan di masyarakat, dengan menyebarkan informasi yang mereka dapatkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan ini merupakan langkah konkret FK UNUSA dalam mendukung upaya pemerintah untuk menekan angka kasus TBC di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat pesantren. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat pesantren lebih waspada terhadap bahaya TBC dan berperan aktif dalam mencegah penyebarannya.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *