DOSEN MENGABDI

Deteksi Dini Tumbuh Kembang dan Stimulasi Memakai Baju dan Berbagi Sebagai Upaya Peningkatan Perkembangan Sosial

Firdaus, S.Kep.Ns., M.Kes.
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Orang tua membesarkan dan membimbing anak-anak mereka sesuai dengan metode dan rutinitas mereka sendiri. Cara orang tua dan anak terlibat dan berkomunikasi saat terlibat dalam kegiatan pengasuhan disebut sebagai gaya pengasuhan mereka. Anak terus-menerus mengamati, mengevaluasi, dan meniru sikap, perilaku, dan kebiasaan orang tua mereka, baik secara sengaja maupun tidak sengaja Pola asuh orang tua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Sikap, perilaku, dan kebiasaan orang tua selalu dilihat, dinilai, dan ditiru oleh anaknya yang kemudian semua itu secara sadar atau tidak sadar akan diresapi kemudian menjadi kebiasaan pula bagi anak-anaknya. Hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Keterlambatan perkembangan pada anak usia prasekolah masih menjadi masalah utama di negara maju. atau di negara-negara berkembang. Perkembangan sosial pada anak ditandai dengan kemampuan anak untuk berdaptasi dengan lingkungan, menjalin pertemanan yang melibatkan emosi, pikiran dan perilakunya. Perkembangan sosial adalah proses dimana anak mengembangkan ketrampilan interpersonalnya, belajar menjalin persahabatan, meningkatkan pemahamannya tentang orang diluar dirinya juga belajar penalaran moral dan perilaku. Perkembangan emosi berkaitan dengan cara anak meahami mengekspresikan dan belajar mengendalikan emosinya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk medeteksi pertumbuhan dan perkembangan sehingga para orantua atau bunda paud  mempunyai kesiapan dan kewaspadaan apabila terdapat keterlambatan. Selain untuk menstimulasi perkembangan sosial.  Kegiatan ini di fokuskan pada stimulasi perkembangan melalui Memakai Baju dan berbagi makanan antar teman untuk menumbuhkan keakrapan  dan kepedulian antar teman.

Dari survey awal yang dilakukan di Paud Kasih Ibu Wonokromo pada 3 orang anak, terdapat 1 diantaranya anak yang perkembangan sosialnya ditandai dengan sering bertengkar dengan teman sebayanya, kurang berinteraksi dengan teman maupun gurunya, menangis secara terus menerus.

Perkembangan sosial pada anak sangat penting karena melibatkan interaksi mereka dengan lingkungan dan orang lain, serta kemampuan untuk membentuk hubungan yang sehat  dengan teman sebaya  dan orang dewasa.

Penting bagi orang tua dan pendidik untuk memberikan contoh dan mendorong anak-anak untuk berbagi dalam berbagai situasi. Ini dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti bermain, berkolaborasi  dalam berpakaian, atau melibatkan anak-anak dalam kegiatan sukarela. Dengan mempromosikan dan mendukung sikap berbagi, kita dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan sosial yang penting dalam kehidupan mereka. Hal ini dapat meningkatan ketrampilan sosial, membangun empati, dan membentukk hubungan yang lebih kuat dengan orang lain.

Perkembangan perilaku sosial anak ditandai dengan adanya minat terhadap aktivitas teman-teman dan meningkatkan keinginan yang kuat untuk diterima sebagai anggota suatu kelompok, dan tidak puas bila tidak bersama teman-temannya. Anak tidak lagi puas bermain sendiri di rumah atau dengan saudara-saudara kandung atau melakukan kegiatan dengan anggota-anggota keluarga anak ingin bersamaan temantemannya dan akan merasa kesepian serta tidak puas bila tidak bersama teman-temannya.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *