DOSEN MENGABDI

Edukasi Manfaat Olahraga dini dalam Mencegah Obesitas: Mulai Bergerak, Mari Ciptakan Generasi Bebas Obesitas

dr. Ardyarini Dyah Savitri Sp.PD FINASIM
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Madura – Sindrom metabolik dapat muncul akibat gaya hidup modern dan kebiasaan tidak sehat, seperti yang sering terjadi pada pekerja kantoran yang lebih banyak duduk di depan komputer dan kurang bergerak. Perubahan gaya hidup ini berdampak pada pola makan, dengan kecenderungan konsumsi makanan tinggi lemak dan karbohidrat. Selain itu, orang sering kali mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak jenuh dan kolesterol, yang berkontribusi pada peningkatan risiko sindrom metabolik. Melihat pentingnya pencegahan terhadap sindrom metabolik, khususnya obesitas terutama di lingkungan pondok pesantren, tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Kedokteran UNUSA mengadakan kegiatan edukasi di Pondok Pesantren, bertajuk “Pentingnya Olahraga Dini Untuk Mencegah Sindrom Metabolik di PP. Hidayatullah Al Muhajirin Madura.”

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki manfaat besar, seperti meningkatkan kadar HDL yang baik untuk kesehatan dan mengurangi risiko sindrom metabolik, sebuah kondisi yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Di Kanada, ditemukan bahwa orang yang rutin berolahraga memiliki risiko lebih rendah terkena sindrom metabolik. Selain itu, olahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi terbukti lebih efektif dalam mengurangi risiko tersebut. Artikel sebelumnya juga mengungkapkan bahwa pola makan berpengaruh pada indeks massa tubuh santri di pondok pesantren. Oleh karena itu, sangat penting olahraga dini terhadap pencegahan obesitas di lingkungan pondok pesantren.

Melalui edukasi ini, santri Jenis dan durasi waktu terbaik dalam berolahraga yang disesuaikan dengan jadwal di pondok pesantren. Santri juga didorong untuk mengikuti berbagai ekstrakurikuler kegiatan olahraga di luar kelas untuk meningkatkan aktifitas fisik dan mencegah resiko obesitas. Setelah mendapatkan penyuluhan tentang manfaat olahraga sejak dini dalam mencegah obesitas, tingkat pengetahuan santri meningkat secara signifikan, lebih dari 80% dari sebelum ke setelah penyuluhan. Obesitas pada remaja dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan serius, terutama karena pilihan makanan cepat saji yang sering kali dipilih karena kesibukan. Walaupun kalori dan protein mungkin tercukupi, kekurangan zat gizi lainnya dapat terjadi. Kebiasaan makan yang buruk bisa berdampak negatif pada kesehatan di masa depan jika pengetahuan tentang obesitas tidak memadai. Remaja yang kurang pengetahuan cenderung lebih rentan mengalami kegemukan, sedangkan mereka yang memiliki pemahaman baik lebih mungkin untuk menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur untuk mencapai berat badan ideal.

Sebagai kesimpulan, kegiatan olahraga dan penyuluhan kesehatan yang dilakukan di pesantren memberikan dampak positif yang signifikan bagi santri. Melalui peningkatan pengetahuan dan penerapan pola hidup sehat, para santri dapat lebih baik menjaga kesehatan mereka dan mengurangi risiko sindrom metabolik serta masalah kesehatan lainnya. Langkah-langkah preventif seperti ini sangat penting dalam membentuk kebiasaan sehat sejak dini dan memastikan bahwa generasi mendatang dapat tumbuh dengan kesehatan yang optimal. Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya untuk mengintegrasikan olahraga dan pendidikan kesehatan dalam kurikulum mereka, demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *