FK UNUSA Peduli Kesehatan Remaja, Edukasi Pencegahan Infeksi Saluran Kemih (ISK) di Pondok Pesantren KHA. Wahid Hasyim Bangil, Pasuruan

dr. Dwimantoro Iman, Sp.U
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Bangil, Pasuruan – Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kalangan remaja putri. Kali ini, tim pengabdian masyarakat FK UNUSA yang diketuai oleh dr. Dwimantoro Iman Prilistyo, Sp.U menyasar Pondok Pesantren KHA. Wahid Hasyim Bangil, Pasuruan. Kegiatan ini berfokus pada edukasi mengenai “Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada Usia Remaja”.
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan yang cukup sering dialami, terutama oleh perempuan. Mengingat sebagian besar santri di Pondok Pesantren KHA. Wahid Hasyim adalah remaja putri, maka edukasi mengenai ISK ini dinilai sangat penting. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 santriwati dengan antusiasme yang tinggi.
“Kami memilih topik pencegahan ISK karena ini adalah masalah kesehatan yang cukup sering dialami oleh remaja putri. Selain itu, lingkungan pondok pesantren yang padat dan aktivitas yang cukup padat juga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya ISK,” ujar dr. Dwimantoro Iman Prilistyo, Sp.U selaku ketua tim pengabdian masyarakat FK UNUSA.
Dalam kegiatan ini, para santriwati diberikan materi mengenai anatomi sistem urinaria antara pria dan perempuan, penyebab ISK seperti kurangnya menjaga kebersihan pada saat berkemih, gejala ISK yang salah satunya merasa nyeri atau rasa terbakar saat berkemih, serta cara-cara mencegah ISK. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan diselingi dengan tanya jawab untuk meningkatkan interaksi antara pemateri dan peserta.
“Saya baru tahu kalau menjaga kebersihan area genital itu penting banget untuk mencegah ISK. Selama ini saya kurang memperhatikan hal itu,” ujar salah satu santriwati.
Selain pemberian materi, tim FK UNUSA juga memberikan demonstrasi cara membersihkan area genital yang benar. Hal ini bertujuan agar para santriwati dapat mempraktikkan langsung pengetahuan yang telah mereka dapatkan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat sambutan positif dari pihak Pondok Pesantren KHA. Wahid Hasyim. Kegiatan yang dilakukan oleh FK UNUSA ini menunjukkan pentingnya memberikan edukasi kesehatan sejak dini, terutama kepada remaja. Dengan memahami tentang kesehatan reproduksi dan cara menjaga kebersihan diri, diharapkan para remaja dapat terhindar dari berbagai masalah kesehatan, termasuk ISK.
Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan sinergi yang baik antara perguruan tinggi dengan masyarakat. FK UNUSA tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga aktif dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.





