Hadapi Pandemi COVID-19 Jalani New Normal: Penyuluhan di Lingkungan Pondok Pesantren Al Jihad Surabaya

dr Utami Ambarsari,Sp.Rad
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Penyakit COVID-19 merupakan penyakit menular yang telah dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization karena tingginya penyebaran dan tingkat penularan. COVID-19 saat ini menjadi pandemi global dan telah menyebabkan banyak kematian di berbagai negara. Meluasnya penyebaran COVID-19 dengan relatif cepat disebabkan coronavirus sangat mudah menular, terutama dari orang ke orang melalui percikan-percikan yang keluar dari hidung atau mulut saat orang yang terinfeksi virus ini batuk, bersin, bahkan berbicara. Lingkungan pondok pesantren merupakan tempat yang potensial menyebabkan kerumunan dalam penyebaran penyakit COVID-19. Selain itu, terdapat beberapa santri yang masih berada di pondok pesantren dan terdapat santri yang sudah kembali ke pondok pesantren untuk mengikuti kegiatan belajar. Dalam rangka melaksanakan pengabdian masyarakat, Fakultas Kedokteran UNUSA mengadakan suatu kegiatan penyuluhan di ponpes Al Jihad Surabaya sebagai bentuk upaya penguatan capacity building agar para santri dan pengurus pondok pesantren tidak tertular penyakit COVID-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para santri di pondok pesantren Al Jihad Surabaya mengenai penyakit COVID-19 dan upaya pencegahannya baik melalui protokol kesehatan maupun vaksinasi. Kegiatan penyuluhan tersebut berjudul “Hadapi Pandemi COVID-19 Jalani New Normal” berupa webinar melalui zoom meeting. Para santri dibekali pengetahuan tentang cara penyebaran virus corona, gejala penyakit COVID-19, 3M dan 3T, jenis-jenis masker, dan vaksinasi COVID-19. Di akhir kegiatan, narasumber juga berpesan kepada para santri agar selalu menerapkan protokol kesehatan dan pemakaian masker juga diperhatikan. Jangan lupa olahraga, berjemur, dan minum vitamin c, serta memperhatikan komposisi makanan. Saat ini banyak berita hoax dengan penyebaran informasi yang cepat sehingga hal ini juga perlu diluruskan. Harapannya, melalui kegiatan penyuluhan ini dapat menambah informasi dalam menjalani adaptasi kebiasaan baru sehingga dapat memutus rantai penularan penyakit COVID-19 di lingkungan pondok pesantren.





