HERBAL DAUN SALAM SEBAGAI PENURUN KADAR GULA DARAH DAN KADAR KOLESTEROL PADA MASA PANDEMI COVID-19

dr Ratna Sofaria Munir,MS.,AFK
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Penyakit virus corona 2019 (corona virus disease/COVID-19) kemungkinan masih bisa secara masif menyebar di seluruh Indonesia.COVID-19 pada kasus yang berat bisa terdapat infeksi paru-paru yang masif, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Menghadapi situasi seperti ini, maka diperlukan upaya mengendalikan kondisi komorbid dari masyarakat untuk mengurangi kerentanan terhadap Covid-19. Selain komorbid harus sering memantau kondisi tubuh dengan rajin kontrol ke dokter maka salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan ketahanan masyarakat, melalui kesehatan tubuh perorangan. Daya tahan tubuh dapat dijaga dan ditingkatkan, utamanya melalui kebiasaan hidup sehat antara lain menjaga kebersihan, asupan nutrisi yang baik, dan mengatur pola makan yang sesuai dengan kondisi komorbid, ditambah dengan penggunaan suplemen kesehatan dan ramuan herbal/obat tradisional. Pada kondisi tubuh yang baik, reaksi imun alami dan reaksi imun adaptif bekerja untuk mempertahankan kekebalan tubuh.
Pondok pesantren (ponpes) sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dimana rentan terjadi penularan penyakit, saat ini. Disaat pandemi dengan semua sekolah yang ditutup namun pondok pensantren Hidayatullah tetap dibuka sejak bulan Juli dengan pengaturan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Untuk menjaga kesehatan para santri dan pengasuh pondok perlu diperhatikan suplemen untuk meningkatkan imunitas dan mengendalikan kondisi komorbid dari masyarakat.
Fakultas Kedokteran UNUSA memberikan solusi permasalahan pada masa pandemik bersama Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan Jawa Timur dengan mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan tentang pembuatan produk minuman herbal daun salam dimasa pandemi.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berjalan lancar, kegiatan berupa sosialisasi dan pelatihan: Minuman Herbal daun salam menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Pada hari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti kurang lebih 53 Peserta yang merupakan para santri putra dan putri Pondok Pesantren Hidayatullah Bangkalan. Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai pukul 10.00 WIB di salah satu ruang pertemuan Pondok Pesantren.
Penggunaan obat tradisional atau suplemen kesehatan kebanyakan ditujukan untuk memelihara sistem kekebalan tubuh yang baik. Tumbuhan obat yang dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi dan didukung data penelitian berkaitan dengan bukti aktivitas ke arah menurunkan kadar gula darah adalah daun salam. Berdasarkan penelitian kandungan flavonoid dalam ekstrak daun salam dapat menurunkan kadar glukosa secara signifikan. Senyawa glikosida flavonoid yang berfungsi sebagai sebagai penangkap radikal hidroksil sehingga dapat mencegah diabetes. Dan ekstrak daun salam juga berpengaruh menurunkan kadar kolesterol,dan sebagai antioksidan Materi sosialisasi seputar manfaat Minuman Herbal daun salam menurunkan kadar gula darah dan kolesterol Dimasa Pandemi Covid-19 dan pelatihan pengemasan produk teh herbal dengan cara: daun salam dikeringkan (tidak langsung terkena sinar matahari), di blender kasar dan di kemas dalam kantong teh. “Kegiatan pengabdian masayarakat ini berjalan lancar dan diharapkan telah memberi manfaat secara luas mengenai manfaat herbal daun salam pada masa pandemi, adik adik santri antusias dengan kegiatan tersebut dan semoga bisa digetok tularkan di lingkungan pondok pesantren” ujar Ratna Sofaria, dr. (Ketua Tim Pengadian Masyarakat).






