DOSEN MENGABDI

Inovasi Pemberdayaan Masyarakat: Pencegahan Stunting dan Tuberkulosis Anak di Desa Roomo dengan Ikan Laut dan Virgin Coconut Oil

Prof. Dr. Mulyadi, dr., Sp.P(K), FISR
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Angka prevalensi stunting di Jawa Timur masih mencapai angka 23,5% pada tahun 2022. Angka ini masih di atas ambang batas aman yang direkomendasikan oleh WHO, yaitu 20%. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa stunting sendiri memiliki dampak yang buruk bagi tumbuh kembang anak. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jahiro pada tahun 2013 menyebutkan bahwa balita dengan status gizi stunting berisiko 2,96 kali lebih besar mengalami tuberkulosis (TB), sedangkan balita dengan status severely stunting berisiko 8,18 kali lebih besar terkena penyakit TB.

Dalam upaya mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya bekerjasama dengan RS Graha Husada Gresik serta melibatkan kelompok nelayan Gresik Utara menjalankan sebuah program di Desa Roomo Kabupaten Gresik. Program ini berfokus pada pencegahan masalah stunting dan tuberkulosis pada anak. Tentunya program ini disambut baik oleh berbagai pihak karena salah satu upaya yang dilakukan dengan memberdayakan warga sekitar. 

Belum adanya kemandirian dalam penanganan stunting dan tuberkulosis di kalangan masyarakat Desa Roomo, terutama dalam hal pemenuhan gizi seimbang bagi ibu dan anak, menjadi salah satu pendorong utama dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melibatkan kelompok nelayan Gresik Utara untuk mengolah bahan dasar ikan laut sebagai bagian dari program pemberian makanan tambahan (PMT) yang ditujukan bagi anak-anak dengan risiko stunting.

Beberapa produk komersil yang dihasilkan oleh kelompok nelayan, seperti bonggolan ikan laut, kelan sembilang, minyak ikan laut, dan ikan bumbu kuning, turut dikembangkan sebagai variasi menu PMT. Selain itu, pengembangan PMT juga mencakup pembuatan bubur kacang hijau dan kacang merah yang diperkaya dengan virgin coconut oil (VCO) sebagai sumber gizi tambahan.

Ikan laut dipilih karena kaya akan Omega 3 dan memiliki komposisi asam amino yang mudah dicerna tubuh, sementara VCO mengandung asam lemak jenuh dan tokoferol yang mampu mempengaruhi metabolisme serta mengurangi stres metabolik pada balita stunting. Meski stunting tidak dapat diperbaiki, kondisi ini dapat dicegah dengan konsumsi makanan bergizi yang mencakup tiga zat utama: protein, zat besi, dan seng. Ketiga zat utama ini bisa ditemukan pada bahan makanan yang digunakan seperti ikan laut dan virgin coconut oil (VCO). 

Pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi program strategis untuk membantu meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Desa Roomo serta mengurangi prevalensi stunting dan tuberkulosis pada anak-anak di daerah tersebut. “Kami berharap ke depannya, program ini bisa dicontoh oleh desa lain sebagai langkah pencegahan stunting dan sebagai upaya mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting di wilayah indonesia ini” ujar Prof. Mulyadi sebagai ketua tim kegiatan ini. Warga pun berharap program pemberian PMT ini bisa terus berlanjut dan didukung oleh berbagai pihak agar pemberiannya tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan. 

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *