KEGIATAN/EVENT LPPM

Membangun Brand Awareness di Era 5.0, Tekankan Pentingnya Inovasi dan Penguatan SDM

SURABAYA – Perkembangan teknologi digital di era Society 5.0 mendorong organisasi untuk terus beradaptasi dalam membangun citra, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan memperkuat daya saing. Brand awareness menjadi salah satu aspek strategis yang perlu dikembangkan agar organisasi semakin dikenal, dipercaya, dan mampu memberikan nilai yang relevan bagi masyarakat.

Hal tersebut menjadi topik utama dalam kegiatan Perhumasri Class bertajuk “Membangun Brand Awareness di Era 5.0”, yang menghadirkan Budhi Setianto, Kabag TU dan SDM RS Islam Surabaya, sebagai pembicara. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pentingnya membangun kesadaran merek serta mengoptimalkan peran sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan lingkungan digital.

Dalam pembahasannya, brand awareness tidak hanya dipahami sebagai upaya memperkenalkan nama atau identitas organisasi, tetapi juga sebagai proses membangun persepsi positif, menjaga konsistensi komunikasi, dan menciptakan kepercayaan masyarakat. Di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin terhubung dengan teknologi, organisasi dituntut mampu menghadirkan komunikasi yang informatif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan.

Budhi Setianto mengangkat relevansi transformasi digital dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Pemanfaatan teknologi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi, budaya kerja, kemampuan komunikasi, serta komitmen organisasi dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Sinergi antara manusia dan teknologi menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang modern dan terpercaya.

Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

Pembahasan mengenai brand awareness di era Society 5.0 juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kegiatan edukasi dan berbagi pengetahuan ini dapat mendukung peningkatan kompetensi individu serta pengembangan organisasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi.

Keterkaitan utama kegiatan ini adalah SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan akses pembelajaran dan pengembangan pengetahuan peserta mengenai strategi komunikasi serta pengelolaan merek. Kegiatan ini juga relevan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan produktivitas organisasi.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam membangun brand awareness sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur. Organisasi didorong untuk memanfaatkan inovasi teknologi secara tepat guna dalam mengembangkan komunikasi, memperluas jangkauan informasi, dan meningkatkan kualitas interaksi dengan masyarakat.

Dalam konteks pelayanan kesehatan, penguatan brand awareness dapat menjadi bagian dari strategi membangun kepercayaan pasien dan masyarakat terhadap rumah sakit. Citra organisasi perlu didukung oleh pengalaman pelayanan yang nyata, komunikasi yang konsisten, serta komitmen terhadap mutu dan keselamatan pasien. Oleh karena itu, brand awareness bukan hanya menjadi tanggung jawab bagian pemasaran atau hubungan masyarakat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur organisasi.

Kegiatan Perhumasri Class ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang aplikatif bagi peserta untuk memahami tantangan dan peluang membangun brand awareness di era Society 5.0. Melalui penguatan kompetensi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi, organisasi diharapkan mampu mengembangkan strategi komunikasi yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Brand awareness yang kuat dibangun melalui perpaduan antara teknologi, kompetensi manusia, konsistensi pelayanan, dan kepercayaan masyarakat.

Ach. Fauzi, S.Kep.,Ns

Staff Penelitian, Inovasi dan Umum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *