Optimalisasi Kesehatan Melalui Monitoring Antropometri Dan Pola Konsumsi Harian Untuk Pencegahan Stunting dan Peningkatan Status Gizi

Dr. Novera Herdiani, S.KM., M.Kes, Yauwan Tobing Lukiyono, S.S.T., M.T, Maki Zamzam, S.KM., M.K.M, dan Satriya Wijaya, S.KM., M.Kes, Nabila Alya Rahma, Deffina Nathania Putri, Nadiyatul Risqiyah
Prodi S2 Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Stunting masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia, dimana anak stunting memiliki tinggi badan lebih pendek dari standar usianya dan berisiko mengalami hambatan perkembangan kognitif, rendahnya produktivitas dimasa dewasa, serta meningkatnya risiko penyakit tidak menular. Meskipun berbagai program percepatan penurunan stunting telah dilaksanakan, masih ditemukan tantangan di lapangan, khususnya dalam akurasi data pertumbuhan dan status gizi di tingkat Posyandu. Posyandu memiliki peran sangat penting dalam pencegahan dan penanganan stunting, terutama pada ibu hamil, bayi, dan balita.
Kelurahan X Surabaya merupakan pilihan pertama untuk melaksanakan pemberdayaan berbasis masyarakat ruang lingkup pemberdayaan kemitraan masyarakat “Optimalisasi Kesehatan Melalui Monitoring Antropometri dan Pola Konsumsi Harian” karena melihat lokasi yang strategis untuk dijangkau dan jumlah balita, wanita usia subur, ibu hamil serta ibu menyusui yang cukup banyak dan beragam sehingga pelaksanaan program dapat lebih menganalisis dan observasi lebih mendalam dengan harapan program pengabdian kepada masyarakat yang dibuat akan tepat sasaran. Posyandu berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan gizi. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini berkaitan dengan SDG’S yaitu dengan adanya pemberdayaan optimalisasi kesehatan melalui monitoring antropometri dan pola konsumsi harian berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs, terutama SDG 2, SDG 3, dan SDG 4 serta mendukung tujuan lainnya secara tidak langsung melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada hari minggu tanggal 7 Juni 2026 di Balai RT Kelurahan X Surabaya dimulai jam 08.00 WIB dilaksanakan berupa kegiatan penyuluhan mengenai kesehatan melalui antropometri dan pola konsumsi harian. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya monitoring antropometri dan pola konsumsi harian sejak dini sebagai upaya pencegahan stunting, sebelum penyuluhan dilakukan pretest terlebih dahulu. Tahap selanjutnya dilakukan pelatihan antropometri untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan kader dalam melakukan pengukuran berat badan, tinggi/panjang badan, dan lingkar tubuh sesuai standar WHO, dilanjutkan dengan posttest.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan hasil yang positif, dihadiri sebanyak 28 masyarakat dan kader. Pelaksanaan kegiatan edukasi optimalisasi kesehatan melalui monitoring antropometri dan pola konsumsi harian menunjukkan antusias masyarakat dan kader sangat baik. Terlihat para kader yang terlibat sangat bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Sebagian besar masyarakat sudah memahami antropometri dan pola konsumsi harian, hal ini dibuktikan dengan hasil pretest dan posttest yang menunjukkan kenaikan secara signifikan setelah diberikan edukasi. Pelatihan antropometri juga menunjukkan hasil yang baik dimana para kader sudah bisa menggunakan alat pengukur tinggi badan dan berat badan dengan baik. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah dapat terwujudnya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat khususnya para kader dalam melakukan penilaian status gizi dengan metode antropometri dan pola konsumsi harian untuk meningkatkan status gizi balita serta dapat mencegah stunting sejak dini.
