Pelatihan Kader Dalam Peningkatan Status Kesehatan

Difran Nobel Bistara, S.Kep., Ns., M.Kep
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Kesehatan merupakan asset masa depan dan merupakan modal terciptanya hidup yang sejahtera (Indawati & Mulyanto, 2019). Agar status kesehatan dapat diraih, perlu dilakukan upaya pencegahan penyakit dengan mengurangi atau menghilangkan faktor resiko penyakit, diantaranya pada tingkat pertama adalah melakukan pengontrolan dan pengecekan tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol (Bistara, 2020). Pengecekan ini hendaknya dilaksanakan oleh kader yang berada di wilayah RW 08 Kelurahan Wonokromo yang telah memahami kondisi lahan yang ada.
Lokasi wilayah Rukun Warga (RW) 08 Kelurahan Wonokromo Kecamatan Wonokromo Surabaya sangat padat penduduk, khususnya masyarakat yang berada pada rentang usia lansia. Data dari ketua RW 08 menyebutkan bahwa jumlah penduduk usia lansia yang berada diwilayah ini sejumlah 27 lansia yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Wonokromo Surabaya. Data yang didapatkan dari Puksesmas Wonokromo menyebutkan bahwa sebaran penyakit degeneratif cukup tinggi di wilayah tersebut, khususnya bagi usia lansia. Penyakit degenaratif yang memiliki urutan paling tinggi yaitu penyakit Diabetes Mellitus, Penyakit Jantung, dan Penyakit Nyeri Sendi (Bistara & Susanti, 2018). Data yang didapatkan dari Ketua RW 08 menyebutkan bahwa diwilayah tersebut sudah ada kegiatan posyandu lansia hanya saja vakum dikarenakan kader tidak mampu melakukan pemeriksaan status kesehatan lansia dan selama ini hanya mengandalkan dari petugas puskesmas wonokromo. Sebagian besar lansia mengalami keluhan yang sudah lanjut dengan penyakit kronis yang dialami karena tidak terpantaunya hasil pemeriksaan kimia klinik secara periodik. Dari kondisi tersebut menyebabkan morbiditas semakin tinggi sehingga angka mortalitas pada lansia juga mengalami kenaikan setiap tahunnya (Zaenurrohmah & Rahmayanti, 2017). Struktur penduduk tua merupakan cerminan dari semakin tingginya rata-rata Usia Harapan Hidup (UHH) penduduk Indonesia. Tingginya UHH merupakan salah satu indikator keberhasilan pencapaian pembangunan nasional, terutama di bidang Kesehatan (Khasanah dkk., 2021).
Keberadaan Perguruan Tinggi mempunyai tiga tugas pokok yaitu melaksanakan pendidikan dan pengajaran, melaksanakan penelitian guna pengembangan ilmu pengetahuan dan menerapkan ilmu, yang ketiganya merupakan satu kesatuan yang disebut sebagai Tridharma Perguruan Tinggi (Gafur, 2015). Pengabdian pada masyarakat merupakan dharma ketiga Tridharma Perguruan Tinggi. Keberadaan pengabdian masyarakat sebenarnya sangat penting baik bagi pengelola perguruan tinggi demikian juga terhadap keberadaan perguruan tinggi tersebut ditengah masyarakat. Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini adalah “Pelatihan Kader Kesehatan.”

Sejalan dengan perkembangan paradigma pembangunan, telah ditetapkan arah kebijakan pembangunan kesehatan, yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menegah (RPJM) 2014-2018 bidang kesehatan dititik beratkan pada pendekatan preventif dan promotif serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam bidang kesehtan. Salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan adalah menumbuhkembangkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat salah satunya adalah Puskesmas.
Kader kesehatan sebaiknya mampu menjadi pengelola karena merekalah yang paling memahami kondisi kebutuhan masyarakat diwilayahnya, upaya untuk meningkatkan kemampuan kader tersebut diperlukan pelatihan kader Kesehatan di wilayah Rukun Warga (RW) 08 Kelurahan Wonokromo Kecamatan Wonokromo Surabaya (Tampake dkk, 2022).
Solusi permasalahan yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi adalah: memberikan edukasi kepada para kader kesehatan tentang penyakit degeneratif dan juga bahaya yang bisa ditimbulkan apabila peyakit tersebut tidak dikelola dengan baik. Kemudian, memberikan pelatihan kepada para kader kesehatan tentang penggunaan alat pemeriksaan kimia klinik yang meliputi pemeriksaan Tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol dan asam urat. Selanjutnya, memberikan pelatihan penggunaan Alat pengukuran tekanan darah dan Pemeriksaan Kimia Darah dengan buku panduan atau guideline.
Dampak yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu pelatihan kader dalam peningkatan status Kesehatan warga diantaranya meliputi: Peningkatan pengetahuan kader dalam deteksi dini penyakit degeneratif; Terdapat kader kesehatan yang mampu menggunakan alat pemeriksaan tekanan darah dan kimia darah untuk pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol dan asam urat.





