DOSEN MENGABDILPPM

Pelatihan Skrinning Kesehatan Bagi Para Kader Santri Husada Di Pondok Pesantren Sabilunnajah, Sidoarjo

Pondok Pesantren Sabilunnajah terletak di desa watu tulis prambon sidoarjo, pesantren ini didirikan oleh Habib Mudlofar Hariri. Hasil pengamatan yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Sabilunnajah menemukan beberapa fakta yang dirasa kurang baik dan menjadi masalah di ponpes diantaranya personal hygiene, sanitasi lingkungan, PHBS, cara pengolahan pangan dan gizi yang masih tidak baik, pengelolaan dan pengolahan sampah, overload kapasitas santri di tiap kamar, kondisi kamar santri yang kurang layak, poskestren yang kurang optimal, masalah penyakit terbanyak adalah maag dan flu.     

Berdasarkan analisis situasi dan hasil diskusi dengan pihak mitra, dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :  

  1. Aspek pengetahuan
  2. Kader Santri Husada belum memahami konsep dasar skrining Kesehatan
  3. Kurangnya pemahaman santri tentang deteksi dini penyakit
  4. Aspek Keterampilan
  5. Kader santri husada belum terampil melakukan pemeriksaan kesehatan dasar (tanda vital, IMT, dll)
  6. Belum mampu menggunakan alat kesehatan sederhana secara benar
  7. Aspek sistem dan instrumen
  8. Belum tersedia panduan atau modul skrining kesehatan yang baku
  9. Belum adanya instrumen skrining yang tervalidasi dan terstandar

Dari beberapa kondisi yang tidak ideal diatas, tim pengmas fokus ingin memberikan pengetahuan terkait konsep dasar skrining kesehatan serta deteksi dini dan pencegahan penyakit.  

Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara melaksanakan Pelatihan Skrinning Kesehatan Bagi Para Kader Santri Husada selama beberapa bulan. Langkah-langkah pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dijelaskan sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi permasalahan serta pengetahuan dan keterampilan kader santri husada mengenai konsep dan pelaksanaan skrinning kesehatan.
  2. Melakukan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dengan cara sebagai berikut :

a) Melaksanakan pelatihan mengenai tentang konsep dasar skrining kesehatan

b) Melaksanakan edukasi dan pengenalan mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit

c) Melaksanakan pelatihan praktik pemeriksaan tanda vital (tekanan darah, nadi,  suhu, respirasi)

d) Melaksanakan pelatihan pengukuran status gizi (Indeks Massa Tubuh/IMT) 

e) Menyusun dan mendistribusikan modul pelatihan skrining kesehatan

f) Menyediakan lembar observasi skrining yang tervalidasi sesuai standar

g) Memberikan sumbangan sarana prasarana kesehatan dasar seperti kotak Obat P3K beserta obat-obatan P3K.  

Sebelum dilakukan pemberian pelatihan tentang skrinning kesehatan, tim pengmas memberikan Pre Test kepada audiens para santri, kemudian setelah itu diberikan materi pelatihan. Kemudian pemberian Post Test dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman para santri tentang:

1. Konsep dasar skrining kesehatan 

2. Pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit

3. Praktik pemeriksaan tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, respirasi)  

4. Pengukuran status gizi (Indeks Massa Tubuh/IMT)    Hasil akhir dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah supaya santri husada memiliki pengetahuan dan keterampilan secara individu sehingga dapat melakukan skrinning kesehatan dasar secara baik sesuai dengan standar. 

Ach. Fauzi, S.Kep.,Ns

Staff Penelitian, Inovasi dan Umum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *