PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA

Difran Nobel Bistara, S.Kep., Ns., M.Kep
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dapat menjadi wahana penerapan ilmu pengetahuan dan hasil-hasil penelitian dalam upaya memberikan sumbangan dalam pemecahaan masalah yang ada di masyarakat. Perguruan Tinggi memiliki kepedulian dan berperan nyata kepada masyarakat, baik masyarakat sekitar kampus atau Pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan. Dalam realisasinya, Perguruan Tinggi mengimplementasikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain: pendidikan dan pelatihan pelayanan kepada masyarakat, dan pengembangan wilayah kaji tindak (action research).
Permasalahan yang ada di masyarakat sangat kompleks terutama terkait dengan Kesehatan (Bistara et al, 2019). Keterbatasan jumlah kader dan rendahnya pengetahuan kader yang berada di rukun tetangga membuat masyarakat harus memeriksakan kesehatannya terkait gula darah, asam urat dan kolesterol ke pelayanan Kesehatan (Charles et al, 2016). Kegiatan Pemberdayaan Kader dalam Peningkatan Kesehatan Lansia yang telah dilakukan telah mengandung unsur dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Proses kegiatan tersebut diawali dengan sosialisasi terlebih dahulu dengan para peserta calon kader yang akan dibentuk dari masing-masing RT di wilayah Tembok Dukuh Kecamatan Bubutan Surabaya. Materi sosialisasi meliputi: edukasi terkait konsep dan tatalaksana penyakit degeneratif, pelatihan pemeriksaan kadar gula darah, asam urat dan kolesterol, dan selanjutnya para kader yang sudah terbentuk disosialisasikan penggunaan Aplikasi Penentuan Pemeriksaan Kimia Darah (APEMEKIDA).
Setelah terbentuk kader dari masing-masing RT, maka para kader dibekali dengan edukasi dan pelatihan. Pada saat awal pengumpulan data dari 16 orang sebagai kader 100% tidak memiliki pengetahuan yang cukup baik terkait tatalaksana penyakit degeneratif seperti pentingnya mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal pada penderita diabetes mellitus dan menjaga tekanan darah tetap stabil pada penderita hipertensi. Setelah diberikan pendidikan kesehatan dan juga pelatihan secara berkala dalam pemeriksaan kesehatan sebanyak 94,7% kader di wilayah tersebut memiliki pengetahuan dan juga keterampilan yang cukup baik dalam memotivasi para lansia untuk memeriksakan kesehatan (gula darah, asam urat, dan kolesterol) secara rutin pada saat ada kegiatan posyandu lansia (Binugraheni et al, 2017). Selain itu, para kader akhirnya menjadi aktif untuk bekerja sama dengan Puskesmas Tembok Dukuh untuk menghidupkan kembali kegiatan Posyandu Lansia. Hal ini sesuai dengan penelitian Bistara et al (2020) yang menyatakan bahwa keberhasilan dalam penatalaksanaan diabetes mellitus salah satunya dengan rutin memeriksakan Kesehatan terutama kadar gula darah.
Selanjutnya, pelatihan yang terakhir untuk para kader yang terbentuk adalah penggunaan Aplikasi Penentuan Pemeriksaan Kimia Darah (APEMEKIDA). Di era 4.0, aplikasi ini sangat mudah dalam mengoperasikannya. Pada aplikasi ini masing-masing kader dibuatkan akun supaya memudahkan dalam memberikan edukasi pada para lansia pada saat dilakukan pemeriksaan kesehatan. Pada aplikasi ini, ketika hasil pemeriksaan sudah didapatkan maka dapat diinput kemudian hasil akan muncul seperti gambar, dan sekaligus akan muncul tampilan edukasi yang tepat untuk penderita. Jadi aplikasi ini memudahkan kader dalam menyampaikan informasi seputar kesehatan yang dialami penderita dan para kader tidak perlu menghafal teori atau konsep tatalaksana kesehatan yang tepat. Setelah mendapatkan sosialisasi dan juga pelatihan, seluruh kader yaitu 16 orang (100%) mampu menggunakan APEMEKIDA dengan baik dan tepat. Seiring berkembangnya zaman yang ditunjang dengan hadirnya teknologi dan informasi, maka APEMEKIDA adalah solusi yang tepat untuk memberikan edukasi kepada lansia terkait pentingnya menjaga pola hidup sehat guna mempertahankan kualitas hidup secara optimal.





