PENDAMPINGAN KADER DALAM MITIGASI BENCANA DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO

dr. Aditya Bhayusakti, Sp.B., FINACS
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Bencana merupakan suatu peristiwa yang menganggu kehidupan manusia, disebabkan oleh berbagai faktor, dapat berupa faktor alam maupun non alam. Dampak dari adanya bencana mengakibatkan kerugian materi, kerusakan alam dan lingkungan, meningkatkan angka kesakitan hingga menelan korban jiwa, terutama jika masyarakat di wilayah tersebut tidak memiliki pengetahuan mengenai mitigasi bencana. Berdasarkan PP RI No. 21 Tahun 2008 mengenai Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, mitigasi bencana merupakan suatu cara untuk menurunkan risiko kejadian bencana, salah satunya yaitu berupa peningkatan kemampuan untuk menghadapi jika terjadi bencana.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Mei 2022 di PP Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Dihadiri oleh 20 santriwan dan santriwati yang sedang duduk di bangku SMA/MA/SMK yang berusia sekitar 15 hingga 18 tahun. Acara dilaksanakan dengan luar jaringan/luring, dimulai pada pukul 09.00 dengan pembukaan, sambutan, sesi pre-test, penyampaian materi, sesi tanya jawab, sesi post-test, dan ditutup dengan doa pada pukul 10.30. Hasil rata-rata nilai pre-test para peserta adalah 61,5, yang mengalami peningkatan sebesar 12,5% pada nilai post-test dengan nilai rata-rata 74. Uji statistik juga menunjukkan bahwa peserta santriwan dan santriwati PP Zainul Hasan Genggong Probolinggo mengalami peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai mitigasi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana sesuai taget. Didapatkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pengabdian kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana ini yang dilihat berdasarkan peningkatan rata-rata nilai dari pre-test ke post-test sebesar 12,5%. Diharapakan dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, para santriwan dan santriwati di lingkungan PP Zainul Hasan Genggong Probolinggo mengalami peningkatan pengetahuan mengenai mitigasi bencana, sehingga tahu apa yang harus dilakukan dan lebih tanggap ketika sewaktu-waktu terjadi bencana alam sebagai upaya penyelamatan diri.





