DOSEN MENGABDI

Program Kreativitas Santri dalam Pengolahan Sampah Plastik di PP. Zainul Hasan Genggong Probolinggo

dr. Paramita Sari, M.Sc
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Plastik merupakan material yang ringan, fleksibel, relatif murah, dan tahan lama. Secara tidak langsung sampah plastik mempengaruhi organisme diseluruh ekosistem. Konsumsi plastik meningkat setiap tahun. Indonesia merupakan negara pengguna plastik terbesar kedua di dunia seperti kantong plastik, sedotan plastik, dan bungkus plastik. Masih rendahnya daur ulang sampah di Indonesia masih menjadi tantangan. Sampah plastik sulit hancur, dimana membutuhkan ratusan tahun untuk terurai. Alternatif yang dapat dilakukan adalah penanganan dengan reuse (memanfaatkan ulang), recycle (mengolah kembali), reduce (mengurangi), replace (mengganti), refill (mengisi kembali), dan repair (memperbaiki).

Permasalahan sampah merupakan permasalahan nasional sehingga dalam pengelolaanya dibutuhkan upaya komprehensif. Pemecahan ini membutuhkan kerjasama pemerintah dan masyarakat. Kesadaran masyarakat penting guna menjaga lingkungan dengan tidak membuag sampah sembarangan, pemilahan sampah, dan meminimalisir penggunaan sampah. Salah satu lembaga yang strategis untuk menjadi mitra dalam memberikan edukasi pengolahan sampah plastik adalah pondok pesantren.

Atas dasar itulah, FK UNUSA menyelenggarakan kegiatan edukasi berupa kreativitas santri dalam pengolahan sampah plastik di PP Zainul Hasan Genggong, Probolinggo. Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh salah satu dosen yakni dr. Paramita Sari, M.Sc. Dimulai dengan tahap persiapan berupa mapping permasalahan yang dialami oleh mitra melalui survei, dilanjutkan dengan pembentukan panitia kegiatan, pembuatan izin, serta menetapkan materi berupa media edukasi seperti pamflet, PPT, atau video. Setelah itu, dilakukan perancangan program kreativitas santri dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi barang daur ulang yang bernilai ekonomis. Acara dilakukan kurang lebih 1 jam berupa penyuluhan. Peserta merupakan para santri pondok, dimana mereka mendapat materi lalu dilanjutkan dengan pameran hasil kreativitas santri.

Pada sesi tanya jawab, peserta begitu antusias menanyakan terkait poin-poin dalam materi yang belum jelas. Ada juga sesi pretest dan posttest untuk menilai kepahaman santri dalam menerima materi. Secara keseluruhan, pretest dan posttest diikuti oleh 22 santri yang terdiri dari 9 orang santri kelas X dan 13 orang santri kelas XI. Terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan antara pretest dan posttest, serta terdapat pengaruh penyuluhan yang signifikan secara statistik. Meskipun demikian, diperlukan pemantauan kegiatan pengolahan sampah plastik secara reguler untuk mengetahui implikasi langsung dari penyuluhan yang diberikan di PP. Zainul Hasan Genggong, Probolinggo.

ditulis oleh Nur Sophia M

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *