Rekomendasi Peningkatan Pengetahuan Stunting Ibu Kader RW 07 Kelurahan Wonoromo

drg. Umi Hanik, M.Kes
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Data WHO menunjukkan bahwa stunting dapat menghambat pertumbuhan sebanyak 178 juta anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Stunting adalah masalah gizi yang berlangsung lama yang disebabkan oleh asupan makanan yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama jangka waktu yang cukup lama, biasanya karena asupan makanan yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi anak Stunting tidak terlihat sampai anak usia dua tahun. UNICEF menganggap stunting sebagai persentase anak-anak usia 0-59 bulan yang memiliki tinggi badan di bawah minus, yang disebut stunting sedang atau berat, atau minus tiga, yang disebut stunting kronis Definisi ini didasarkan pada standar pertumbuhan anak yang ditetapkan oleh WHO. Stunting juga sering dikaitkan dengan penyebab perkembangan otak yang tidak maksimal. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan mental dan belajar yang tidak maksimal, serta prestasi belajar yang buruk.
Stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang, mencegah Stunting tentu dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi yang sesuai. Dampak Stunting umumnya terjadi karena diakibatkan oleh kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun. Jika pada rentang waktu ini, gizi tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran. Sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis. Rendahnya pengetahuan kader terait penanganan yang komprehensif dibutuhkan untuk proses pendampingan dan pemulihan bayi yang terindikasi stunting.
Ketidakcukupan nutrisi anak biasanya tidak hanya terjadi setelah kelahiran, tetapi juga dapat terjadi sejak janin masih di dalam kandungan. Hal ini disebabkan oleh asupan ibu selama hamil yang kurang bergizi dan berkualitas, yang mengurangi jumlah nutrisi yang diterima janin. Tumbuh-tumbuhan di dalam kandungan akhirnya berhenti dan berlanjut setelah kelahiran. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi semua nutrisi yang Anda butuhkan selama hamil. Salah satu penyebab utama stunting pada anak adalah kurangnya asupan makanan, terutama yang mengandung protein, zat besi, dan mineral zinc (seng).
Kegiatan Penyuluhan dan peningkatan pengetahuan terkait kejadian stunting ini sangat memberikan manfaat sebanyak 68 peserta yang antusias mengikuti dngan di dominasi berusia 36 – 45 Tahun dengan profesi paling banyak adalah ibu rumah tangga. Dari hasil pretest dan postest terdapat penambahan nilai sebanyak 19,2 % dan dari hasil uji correlation paired t test terdapat perbedaan signifikan antara Pre Test dan Post Test berdasarkann hasil uji Paired Sample T-Test dengan Aplha sebesar 5%.





