Santri Hidayatullah Al-Muhajirin Madura Belajar Hidup Sehat, Cegah Hipertensi sejak Muda

dr. Mia Puspitasari, Sp.JP
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Sumenep, Madura – Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin Madura mengambil langkah nyata dalam menjaga kesehatan para santri melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim FK UNUSA dengan mengangkat tema “Pola Hidup Sehat Cegah Hipertensi pada Remaja”. Kegiatan ini dipimpin oleh dr. Mia Puspitasari, Sp.JP, yang juga merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, bersama dengan tim pengabdian masyarakat FK UNUSA lainnya.
Remaja, termasuk santri, berada dalam fase perkembangan yang krusial, baik secara fisik maupun mental. Gaya hidup yang diterapkan sejak dini dapat berdampak panjang bagi kesehatan mereka di masa depan. Sayangnya, tren gaya hidup modern yang tidak sehat telah menyebabkan banyak remaja berisiko terkena hipertensi. Pola makan yang tidak teratur dan tinggi garam, kebiasaan malas bergerak, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan menjadi beberapa penyebab utama tingginya prevalensi hipertensi di kalangan anak muda.
“Kami melihat pentingnya untuk memulai pencegahan sejak usia muda, terutama pada remaja yang berpotensi menghadapi berbagai faktor risiko,” kata dr. Mia Puspitasari dalam sesi pembukaan acara. Ia menekankan bahwa remaja yang terbiasa menerapkan pola hidup tidak sehat akan lebih berisiko mengalami hipertensi di masa dewasa, yang pada akhirnya dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal.
Pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam mencegah hipertensi pada remaja. Para santri diajarkan untuk mulai memperhatikan asupan makanan mereka, dengan memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, serta mengurangi makanan cepat saji yang tinggi garam dan lemak. Selain itu, mereka juga diimbau untuk berolahraga secara teratur. Tidak harus olahraga berat, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau bermain bola sudah cukup membantu menjaga kesehatan jantung.
Kegiatan ini juga membahas pentingnya tidur yang cukup dan berkualitas. Tidur yang baik adalah salah satu faktor yang sering diabaikan, padahal kurang tidur dapat meningkatkan risiko hipertensi. “Remaja cenderung tidur larut malam dan kurang tidur karena berbagai aktivitas, terutama bermain gadget. Ini adalah kebiasaan yang harus diubah,” lanjut dr. Mia.
Sebagai bentuk praktik langsung, para santri diajak untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara gratis. Hasil pemeriksaan ini kemudian didiskusikan bersama dokter, sehingga para santri dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka masing-masing. Bagi santri yang memiliki tekanan darah tinggi, diberikan anjuran untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menjalani pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter.
Dengan pengetahuan yang telah didapatkan, para santri diharapkan dapat menerapkan pola hidup sehat tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga menyebarkan edukasi ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Harapannya, informasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan hipertensi sejak usia muda.





