DOSEN MENGABDI

Santri Melek Health Literacy, Upaya Peningkatan Kesadaran Pengenalan dan Pencegahan Infeksi HIV pada Saraf

dr. Dyah Yuniati, Sp.S., M.Kes
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Bangkalan, 23 Mei 2023 – Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan menjadi mitra untuk kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Pihak perwakilan dari UPPM (Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) FK UNUSA telah mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kesadaran tentang infeksi HIV yang berhubungan dengan saraf. Dalam upaya untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para santri dan pengasuh, PP. Al Hikam mengadakan penyuluhan edukatif bertema “Pengenalan dan Pencegahan Infeksi HIV pada Saraf.”

Penyuluhan yang diadakan pada hari Selasa ini mengundang pakar medis terkemuka di bidang saraf. Dr. Dyah Yuniati, Sp. S, seorang ahli saraf, menjadi pembicara utama acara tersebut. Beliau menjelaskan bahwa infeksi HIV yang menyerang saraf adalah permasalahan serius yang perlu diberikan perhatian lebih.

“Dalam beberapa kasus, HIV dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat mengakibatkan gejala dan komplikasi yang signifikan,” ungkap dr. Dyah Yuniati, Sp.S.

“Penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda awal infeksi HIV pada saraf dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.” imbuhnya.

Peserta penyuluhan yang terdiri dari para santri, guru, dan pengasuh pesantren mendapatkan wawasan yang mendalam tentang bagaimana infeksi HIV dapat mempengaruhi fungsi saraf. Para peserta juga diajarkan tentang upaya pencegahan yang efektif, termasuk cara dan perilaku hidup sehat di lingkungan pesantren.

Hal ini sejalan dengan program Kemenkes yang tercantum dalam strategi pengendalian HIV-AIDS bagian dari Standar Pelayanan Minimum di Fasyankes. Penguatan strategi triple 95 dilakukan dengan menggencarkan promosi kesehatan, upaya pencegahan perilaku berisiko, penemuan kasus (skrining, testing, tracing) dan tatalaksana kasus. Strategi ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan ini tidak hanya memberikan informasi medis, tetapi juga bertujuan untuk mengurangi stigma terkait HIV dan penyakit menular seksual. Para peserta diundang untuk bertanya dan berdiskusi dengan para ahli, sehingga terbuka ruang untuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman.

Selain dilakukan kepada anak dan remaja, upaya tersebut juga dilakukan kepada semua siklus hidup mulai dari bayi baru lahir, balita, anak usia sekolah dasar, remaja dan dewasa serta lansia. Hal ini untuk memastikan setiap orang mendapatkan pelayanan pencegahan dan pengobatan sesuai kebutuhannya.

Harapannya kegiatan seperti ini akan terus dilakukan oleh berbagai institusi pendidikan dan komunitas, sehingga masyarakat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang risiko infeksi HIV pada saraf dan langkah-langkah pencegahannya.

Fina Amru Millati, S.Kom

Staff Pengabdian kepada Masyarakat, KKN, Kerjasama dan Keuangan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *