Seminar Awam Dalam Rangka Pencegahan Risiko Gangguan Pendengaran Lansia di RW 7 kelurahan Wonokromo Kota Surabaya

Andi Roesbiantoro, dr., Sp.THT-KL
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Gangguan pendengaran sensorineural yang dialami lansia dikenal dengan istilah presbycusis. Umumnya, gangguan pendengaran sensorineural bersifat permanen Prevalensi gangguan pendengaran di Indonesia menurut data Rikesdas 2013 adalah sebesar 2,6%. Menurut penduduk usia lanjut pada rentang usia 65-85 tahun yang mengalami gangguan pendengaran adalah sebanyak 30 %. Angka tertinggi adanya gangguan pendengaranditemukan pada kelompok usia ?75 tahun yaitu sebesar 36,6%
Gangguan pendengaran pada lansia memang biasa terjadi. Meski umum dialami, gangguan pendengaran tak bisa dipandang sebelah mata. Gangguan pendengaran dapat menyebabkan gangguan komunikasi, berkurangnya respons terhadap tanda-tanda bahaya, dan berkurangnya fungsi kognitif. Penelitian membuktikan bahwa berkurangnya pendengaran meningkatkan risiko terjadinya demensia serta penurunan kemampuan kognitif seperti ingatan dan konsentrasi terjadi lebih cepat pada lansia dengan masalah pendengaran
Pada usia lanjut, terdapat penurunan fungsi dari segi fisik dan sistem inderayang sangat berpengaruh pada kualitas hidup dan keterbatasan dalam melakukan banyak hal. Gangguan pendengaran adalah salah satunya. Kondisi ini sangat umum terjadi pada kelompok usia lanjut. Selain karena penurunan fungsi secara fisiologis, terdapat beberapa faktor yang juga dapat mempengaruhi fungsi pendengaran yaitu faktor kebersihan telinga seperti sumbatan serumen atau kotoran pada liang telinga, infeksi pada telinga tengah yang berujung pada pecahnya gendang telinga atau membran timpaniserta konsumsi obat-obatan yang bersifat ototoksik. Telinga berdenging (tintitus) juga sering menjadi keluhan yang cukup mengganggu, yaitu adanya bunyi dengan sumber yang tidakdiketahui dan akan terdengar lebih keras pada saat suasana hening.
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan terkait Pencegahan risikopendengaran pada lansia di RW 07 Kelurahan Wonokromo Kota Surabaya. Seminar awam yang dilaksanakan ini sangat memberikan manfaat bagi peserta seminar. Karaktersitik peserta seminar adalah sebagian besar perempuan dengan pendidikan terbanyak adalah 49 Tahun dengan Usia > 60 tahun dan berprofesi sebagai pensiunan, hasil pretest dan post test terdapat peningkatan sebesar 19,3 % dari uji statistic terdapat perbedaan yang signifikan antara Pretest dan Post Test.





