KEGIATAN/EVENT LPPM

Workshop Jamu Kunir Asam UNUSA di Sidoraharjo Perkuat Keterampilan Produksi dan Potensi Ekonomi Masyarakat

GRESIK – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) mendorong pemberdayaan masyarakat Desa Sidoraharjo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, melalui workshop pembuatan jamu kunir asam dan perhitungan unit cost. Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 18 ini bertujuan meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah potensi lokal sekaligus mengembangkan peluang usaha berbasis produk herbal.

Desa Sidoraharjo memiliki potensi pertanian kunyit yang melimpah. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk mengembangkan kunyit menjadi produk olahan berupa jamu kunir asam. Melalui kegiatan workshop, peserta memperoleh edukasi mengenai pemilihan bahan baku, proses pembuatan, pengemasan, serta perhitungan biaya produksi agar produk dapat dikembangkan secara lebih terencana dan berkelanjutan.

Salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut adalah perhitungan unit cost, yaitu penghitungan total biaya produksi yang dibagi berdasarkan jumlah produk yang dihasilkan. Pengetahuan ini penting bagi pelaku usaha untuk menentukan harga jual, memperkirakan keuntungan, mengendalikan biaya, dan mengambil keputusan usaha secara lebih tepat.

Berdasarkan hasil perhitungan, produksi jamu kunir asam dengan kapasitas 20 liter menghasilkan 40 botol berukuran 500 mililiter. Biaya produksi per botol tercatat sebesar Rp4.650, dengan harga jual yang disimulasikan sebesar Rp7.500 per botol. Perhitungan tersebut menghasilkan keuntungan sebesar Rp2.850 per botol atau total keuntungan sebesar Rp114.000 dalam satu kali produksi.

Pasted markdown.md

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat Desa Sidoraharjo dengan antusias. Evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta mencapai 87,9%, sedangkan peningkatan nilai rata-rata pre-test ke post-test sebesar 19,3%. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pembuatan jamu kunir asam dan perhitungan biaya produksi.

Pasted markdown.md

Selain meningkatkan pengetahuan teknis, workshop ini memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam konteks SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, pelatihan perhitungan biaya produksi dapat mendukung pengembangan usaha mikro dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Keterampilan pengelolaan biaya juga dapat membantu pelaku usaha memahami struktur pengeluaran dan peluang keuntungan secara lebih baik.

Kegiatan tersebut juga relevan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui pembelajaran sepanjang hayat dan peningkatan keterampilan masyarakat. Pengetahuan yang diberikan tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi juga mencakup aspek pengelolaan usaha, penentuan harga jual, serta strategi pengembangan produk.

Dari sisi kesehatan dan keberlanjutan, pengembangan produk jamu berbasis bahan baku lokal dapat dikaitkan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, selama proses produksi memperhatikan keamanan pangan, kebersihan, kualitas bahan baku, dan pengelolaan kemasan. Kaitan tersebut merupakan arah kontribusi kegiatan, bukan pengukuran langsung terhadap pencapaian indikator SDGs.

Melalui workshop ini, UNUSA menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendukung penguatan potensi lokal, peningkatan keterampilan masyarakat, dan pengembangan usaha berbasis sumber daya desa. Pengolahan kunyit menjadi jamu kunir asam diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai produk unggulan yang memiliki nilai tambah serta peluang untuk mendukung perekonomian masyarakat Desa Sidoraharjo.

Ach. Fauzi, S.Kep.,Ns

Staff Penelitian, Inovasi dan Umum

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *